Seiring dengan pesatnya perkembangan industri motor listrik Indonesia, potensi pasar Asia Tenggara terus terungkap. Perusahaan energi baru dan manufaktur baru dari Guangdong, Tiongkok, berlomba-lomba memanfaatkan peluang ini dengan melakukan penetrasi mendalam di sektor energi baru Indonesia, berfokus pada bidang inti seperti konversi elektrifikasi motor, infrastruktur penyimpanan energi, dan material baterai. Dengan mengandalkan keunggulan teknologi, mereka memperkuat kehadiran di Indonesia dan pasar ASEAN secara keseluruhan. Konsul Jenderal Sementara Konsulat Indonesia di Guangzhou menyatakan bahwa Indonesia memiliki populasi lebih dari 280 juta jiwa, ukuran pasar yang sangat besar, serta menempati posisi strategis inti di ASEAN, menjadikannya gerbang ideal bagi perusahaan Tiongkok untuk memasuki pasar Asia Tenggara. Ruang pengembangan di sektor energi baru dan manufaktur kelas atas Indonesia sangat luas, sangat cocok dengan keunggulan industri Guangdong. Kedua belah pihak dapat memperdalam kerja sama di berbagai bidang seperti material baterai, kendaraan energi baru, peralatan penyimpanan energi, dan infrastruktur pendukung kendaraan listrik, mewujudkan penguatan timbal balik.

Sebagai perwakilan perusahaan yang masuk, Guangdong Lidun Energy Baru secara tepat memahami titik kesulitan dan kebutuhan pasar Indonesia. Menurut penanggung jawab terkait, transportasi jarak pendek di Indonesia sangat bergantung pada sepeda motor, dengan jumlah kepemilikan sepeda motor nasional mencapai 140 juta unit. Ruang konversi elektrifikasi sangat luas, menjadikannya pasar tambahan inti bagi industri energi baru Guangdong untuk berekspansi ke luar negeri. Saat ini, Lidun Energy Baru telah lebih dulu memasuki pasar Indonesia, membangun stasiun pengisian terpadu fotovoltaik-penyimpanan energi di Jakarta Barat, serta menjalin kerja sama dengan beberapa produsen sepeda motor roda dua lokal Indonesia. Perusahaan mengumumkan rencana pengembangan terbaru, mulai Oktober 2026 akan membangun sekitar 500 stasiun pengisian terpadu fotovoltaik-penyimpanan energi di Indonesia. Setelah selesai, stasiun-stasiun ini dapat melayani puluhan ribu motor listrik, sangat meningkatkan infrastruktur pendukung energi baru Indonesia. Dalam hal teknologi inti, perusahaan mengedepankan teknologi pengisian cepat, yang mempersingkat waktu pengisian motor listrik tradisional dari 5-6 jam menjadi 30 menit, dengan jarak tempuh pengisian cepat hingga 150 km, secara efektif mengatasi masalah utama pengisian lambat dan jarak tempuh pendek motor listrik Indonesia.

Selain sektor energi baru, perusahaan Guangdong juga akan memperluas investasi di berbagai bidang. Analis dari Sekolah Hubungan Internasional Universitas Jinan menganalisis bahwa perusahaan Guangdong dapat memanfaatkan keunggulan industri mereka sendiri untuk memperdalam pasar Indonesia dari dua dimensi: industri hilir energi baru dan manufaktur barang konsumen ringan. Di satu sisi, mereka dapat fokus pada penelitian, pengembangan, dan produksi kendaraan energi baru, material baterai, dan peralatan penyimpanan energi, sesuai dengan strategi transisi energi Indonesia; di sisi lain, dengan memanfaatkan percepatan urbanisasi Indonesia dan tren peningkatan konsumsi kelas menengah, mereka dapat menempatkan diri di bidang manufaktur ringan seperti rumah pintar dan elektronik konsumen, menggali potensi pasar Indonesia secara menyeluruh.