Pada tahun 2024, nilai ekspor kemenyan Indonesia menembus 52 juta dolar AS, setara sekitar 847,6 miliar rupiah, dengan volume ekspor mencapai 43.000 ton. Kemenyan adalah resin yang diekstrak dari pohon kemenyan, banyak digunakan dalam industri parfum, aromaterapi, makanan, farmasi, dll. Sekitar 30% penduduk di Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan menggantungkan hidup pada komoditas ini. Meskipun ekspor kemenyan sudah menembus pasar Asia dan Eropa, harga jual petani masih terlalu rendah. Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut menyatakan rencana untuk melakukan pendalaman rantai industri kemenyan berbasis komunitas. Menurutnya, dapat dilakukan dengan teknologi sederhana (seperti distilasi uap) untuk mendorong pendalaman rantai industri tanpa perlu membangun pabrik besar. Saat ini sudah ada perusahaan yang menunjukkan minat pada industri ini, dan pemerintah juga akan mengeluarkan kebijakan dukungan. Selain itu, pemerintah sedang memetakan lahan tanam kemenyan dan pohon secara digital, memastikan pengembangan industri berbasis data dan kebutuhan aktual.
Ekspor Kemenyan Indonesia Terus Meningkat
Pada tahun 2024, nilai ekspor kemenyan Indonesia menembus 52 juta dolar AS, setara sekitar 847,6 miliar rupiah, dengan volume ekspor mencapai 43.000 ton. Kemenyan adalah resin yang diekstrak dari pohon kemenyan, banyak digunakan dalam industri parfum, aromaterapi, makanan, farmasi, dll. Sekitar 30% penduduk di Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan menggantungkan hidup pada komoditas ini. Meskipun ekspor kemenyan sudah menembus pasar Asia dan Eropa, harga jual petani masih terlalu rendah. Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut menyatakan rencana untuk melakukan pendalaman rantai industri kemenyan berbasis komunitas. Menurutnya, dapat dilakukan dengan teknologi sederhana (seperti distilasi uap) untuk mendorong pendalaman rantai industri
Pada tahun 2024, nilai ekspor kemenyan Indonesia menembus 52 juta dolar AS, setara sekitar 847,6 miliar rupiah, dengan volume ekspor mencapai 43.000 ton. Kemenyan adalah resin yang diekstrak dari pohon kemenyan, banyak digunakan dalam industri parfum, aromaterapi, makanan, farmasi, dll. Sekitar 30% penduduk di Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan menggantungkan hidup pada komoditas ini. Meskipun ekspor kemenyan sudah menembus pasar Asia dan Eropa, harga jual petani masih terlalu rendah. Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut menyatakan rencana untuk melakukan pendalaman rantai industri kemenyan berbasis komunitas. Menurutnya, dapat dilakukan dengan teknologi sederhana (seperti distilasi uap) untuk mendorong pendalaman rantai industri tanpa perlu membangun pabrik besar. Saat ini sudah ada perusahaan yang menunjukkan minat pada industri ini, dan pemerintah juga akan mengeluarkan kebijakan dukungan. Selain itu, pemerintah sedang memetakan lahan tanam kemenyan dan pohon secara digital, memastikan pengembangan industri berbasis data dan kebutuhan aktual.
Bacaan Terkait
Kabar Industri
Plastik Murah China Ancam Industri Petrokimia Indonesia, Asosiasi Desak Perlindungan
2026-09-03
Kabar Industri
Dua Kawasan Andalan Jawa Tengah Terus Meningkatkan Daya Tarik Investasi
2026-08-31
Warta Industri