Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, terus mengalami kemajuan menuju realisasi. Pengembangan kawasan ini tidak hanya bertumpu pada sumber daya lahan, tetapi juga mengemban tujuan penting pemerataan ekonomi Indonesia, dan diharapkan menjadi kutub pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur, menyeimbangkan tata letak industri kawasan industri berat Gresik yang sudah ada. Ketua Asosiasi Kawasan Industri Indonesia menyatakan bahwa infrastruktur Bangkalan telah direncanakan sejak era kepemimpinan Habibie, dan memiliki dasar perangkat keras untuk pengembangan industri, namun selama ini minat masuk modal swasta masih kurang. Masalah kemiskinan di daerah ini cukup menonjol, dan salah satu inti dorongan industrialisasi adalah menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, serta mewujudkan distribusi ekonomi yang merata.

Rencana kawasan industri ini akan menarik industri manufaktur skala besar, mencakup berbagai sektor seperti plastik, benang, kasur, furnitur, cokelat, kemasan makanan, dan ikan kaleng, dengan seluruh produk ditujukan untuk pasar ekspor. Setelah proyek selesai, selain investasi langsung dan kegiatan produksi, juga akan mendorong pengembangan industri pendukung, mengaktifkan siklus ekonomi di wilayah sekitarnya, dan diperkirakan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Saat ini proyek fisik belum dimulai, masih dalam tahap perizinan; setelah proses perizinan selesai, pembangunan kawasan industri akan segera dimulai. Dalam hal investasi, Tiongkok menjadi sumber utama, dengan rencana membangun satu klaster industri lengkap; proyek ini juga merupakan bagian penting dari kerangka kerja sama "Dua Negara, Dua Kawasan" antara Indonesia dan Tiongkok.

Namun, kawasan ini tidak hanya bergantung pada modal Tiongkok; secara paralel juga menjalin komunikasi dengan investor dari Korea Selatan dan negara lain, untuk menarik perusahaan manufaktur asing secara diversifikasi. Posisi kawasan ini tidak hanya sekadar tempat berkumpulnya pabrik, melainkan membangun rantai produksi lengkap yang berorientasi ekspor. Setelah selesai, kawasan ini akan melengkapi peta industri Jawa Timur, mengurangi tekanan industri berat Gresik, mendorong pendapatan dan lapangan kerja warga lokal Madura, serta menggerakkan pembangunan ekonomi pulau. Saat ini berbagai proses administrasi sedang dipercepat, dan pasar terus memantau perkembangan nyata dari dimulainya pembangunan kawasan ini.