Perusahaan mobil listrik asal Tiongkok, Leapmotor, yang didukung investasi Stellantis, resmi memasuki pasar Indonesia dengan memulai perakitan lokal CKD untuk mempercepat ekspansi manufaktur di Asia Tenggara. Leapmotor memamerkan model global B10 dan C10 di GIIAS 2026 Indonesia dan mengumumkan peluncuran resminya di Indonesia. Leapmotor bekerja sama dengan PT Indomobil Group untuk mewujudkan perakitan CKD lokal, yang diproduksi oleh PT National Assemblers milik Indomobil. Pabrik perakitan telah beroperasi sejak April tahun ini, dan batch pertama B10 dan C10 hasil rakitan lokal dijadwalkan mulai dikirim ke konsumen Indonesia pada bulan Agustus. Dengan dua basis produksi CKD di Malaysia dan Indonesia, Leapmotor menjadi salah satu merek kendaraan listrik di Asia Tenggara yang memiliki dua pabrik perakitan lokal.
Indonesia menerapkan bea masuk yang tinggi untuk impor kendaraan utuh, sehingga produksi lokal dapat secara efektif mengurangi biaya bea masuk sekaligus lebih mudah memenuhi persyaratan kebijakan insentif kendaraan listrik di Indonesia. Di sisi penjualan, Leapmotor menggunakan model showroom merek Stellantis, di mana kendaraannya akan dijual bersamaan dengan merek seperti Jeep dan Citroën di toko yang sama; PT Indomobil National Distributor bertanggung jawab atas penjualan lokal dan pembangunan jaringan. Perusahaan berencana membangun 50 titik layanan penjualan di Indonesia sebelum akhir tahun 2026. Model B10 sedan dan C10 SUV yang dipamerkan kali ini merupakan model strategis global Leapmotor. Masuknya Leapmotor ke Indonesia merupakan hasil lain dari kerja sama global antara Leapmotor dan Stellantis. Stellantis melakukan investasi strategis di Leapmotor pada tahun 2023, dan kedua pihak membentuk perusahaan patungan yang bertanggung jawab atas ekspor dan penjualan di luar pasar Tiongkok, membantu Leapmotor berbagi saluran luar negeri yang mapan.
Bisnis Leapmotor telah berkembang ke lebih dari 40 negara, memiliki lebih dari 2.000 gerai, dengan total pengiriman global melebihi 1,5 juta unit, dan berencana meluncurkan satu model baru setiap tahun ke pasar Indonesia dan sekitarnya. Pasar luar negeri menjadi pilar penting pertumbuhan Leapmotor; perusahaan menargetkan proporsi penjualan luar negeri mencapai 20%-35% dari total penjualan, dan pada paruh pertama tahun ini proporsi tersebut sudah mendekati 30%. Data menunjukkan, Leapmotor mengirimkan 356.487 unit pada paruh pertama tahun ini, naik 60,82% year-on-year; pada bulan Juni mengirimkan 93.376 unit, naik 94,51% dibandingkan tahun lalu. Target pengiriman tahunan perusahaan adalah 1 juta unit, dan pada paruh kedua tahun ini masih perlu menyelesaikan sekitar 643.500 unit, dengan rata-rata pengiriman bulanan harus melampaui rekor tertinggi dalam sejarah.