Indonesia Rencanakan Masukkan Mineral Ikutan Nikel ke dalam Perhitungan Harga Patokan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana memasukkan mineral ikutan yang dihasilkan selama proses penambangan nikel, seperti kobalt dan besi, ke dalam cakupan perhitungan Harga Patokan Mineral (HPM), guna memperjelas nilai ekonomi sumber daya ikutan dan mendorong peningkatan harga referensi pertambangan secara keseluruhan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara di Kementerian ESDM di Jakarta menyatakan bahwa penyesuaian ini merupakan respons terhadap usulan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), dengan memberikan harga yang wajar terhadap mineral ikutan seperti kobalt dan besi serta memasukkannya ke dalam formula penetapan harga, sehingga meningkatkan harga referensi mineral secara keseluruhan. Ia menegaskan bahwa fokus reformasi ini adalah mengubah rumus perhitungan harga, bukan menyesuaikan frekuensi pengumuman harga. Saat ini, mineral Indonesia
Kenaikan Harga Bahan Baku Tekstil di Indonesia Menyebabkan Lonjakan Harga Pakaian Jadi
Konflik geopolitik di Timur Tengah yang terus meningkat menyebabkan kenaikan signifikan harga minyak dunia, berdampak langsung pada rantai pasok industri tekstil Indonesia dari hulu ke hilir. Para pelaku industri menyatakan kekhawatiran yang kuat terhadap prospek keberlanjutan usaha. Harga produk petrokimia sebagai bahan baku inti industri tekstil melonjak pesat, tekanan biaya produksi perusahaan meningkat drastis, yang secara bertahap akan merambat ke pasar akhir, memicu kenaikan harga pakaian jadi dan harga eceran secara menyeluruh. Ketua Asosiasi Produsen Serat dan Benang Sintetis Indonesia (APSyFI) menyatakan bahwa harga Paraxylene, bahan baku utama poliester, saat ini telah mencapai 1.300 dolar AS per ton, meningkat sekitar 40% dibandingkan dua minggu lalu.
Ekspansi Strategis Glodon di Asia Tenggara: Lokalisasi Penuh Perangkat Lunak untuk Kebutuhan Nasional Indonesia
Direktur dan Wakil Presiden Senior perusahaan Tiongkok Glodon baru-baru ini melakukan kunjungan riset pasar dan klien ke Indonesia. Mereka mengadakan diskusi mendalam dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia serta China Construction Eighth Engineering Division (Indonesia), menyelesaikan penyerahan plakat kemitraan strategis. Selain itu, mereka juga menjalin kerja sama dengan perusahaan lokal dan asosiasi bisnis seperti Sinar Mas Group, Agung Sedayu Group, dan Perhimpunan Perusahaan Tiongkok di Indonesia. Kunjungan ini berfokus pada transformasi digital, pengembangan talenta bersama, dan implementasi perangkat lunak perhitungan kuantitas versi global untuk memenuhi kebutuhan industri konstruksi Indonesia, menandai tahap baru kolaborasi mendalam Glodon dalam ekspansi global di Asia Tenggara.
Indonesia Terbitkan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional 2025-2034
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral baru-baru ini menerbitkan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUPTL) 2025-2034, yang disebut sebagai rencana pengembangan ketenagalistrikan "paling hijau" sepanjang sejarah. Rencana ini berpedoman pada Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional dan Kebijakan Energi Nasional, serta sejalan dengan prioritas strategis pemerintah Prabowo-Gibran mengenai kedaulatan energi dan transisi energi. Pemerintah mengusulkan perlunya penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 gigawatt dalam sepuluh tahun ke depan, di mana 76% berasal dari energi baru dan sistem penyimpanan energi. Secara rinci, kapasitas energi baru sebesar 42,6 gigawatt (tenaga surya 17,1 GW, tenaga air 11,7 GW,
Indonesia dan China Rencanakan Kerja Sama Akuisisi Pabrik Peleburan Nikel
Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyatakan bahwa Badan Pengelola Investasi Indonesia Danantara kemungkinan akan membentuk konsorsium dengan perusahaan China untuk bersama-sama mengakuisisi aset pabrik peleburan nikel milik PT Gunbuster Nickel Industry (GNI). Rencana akuisisi masih dalam pengembangan, Danantara menunggu persetujuan pemangku kepentingan dan melakukan uji tuntas, serta berencana untuk bermitra dengan MIND ID, perusahaan induk BUMN pertambangan, sebagai mitra utama. Danantara menyiapkan dana akuisisi awal sekitar US$20 miliar, serta dukungan pinjaman sindikasi sebesar US$60 juta
Produksi Nikel Indonesia Capai 63% dari Total Global, Kelebihan Pasokan Menyebabkan Harga Nikel Anjlok
Menurut Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Indonesia saat ini menguasai 63% dari total produksi nikel global. Sejak tahun 2022, pangsa produksi nikel Indonesia di dunia telah mencapai 50% dan terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2022, Indonesia menyumbang 50% dari kelebihan pasokan nikel global; pada tahun 2023 sebesar 31%; pada tahun 2024 sebesar 16%. Pada tahun 2023-2024, total kelebihan produksi nikel global sekitar 500.000 ton, terutama berasal dari Indonesia, yang menyebabkan harga nikel global anjlok. Biaya industri nikel Indonesia relatif rendah, penambangan bijih nikel masih dilakukan dengan metode tambang terbuka, tanpa perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk penambangan bawah tanah yang rumit.
Indonesia Bebaskan Bea Antidumping untuk Serat Sintetis dari China
Menteri Perdagangan baru-baru ini memutuskan untuk membebaskan bea antidumping atas impor benang serat sintetis tertentu dari China, kebijakan ini didasarkan pada pertimbangan komprehensif terhadap kondisi industri tekstil domestik dan pendapat para pemangku kepentingan terkait. Kapasitas produksi benang serat sintetis tertentu di dalam negeri tidak dapat memenuhi kebutuhan industri hilir, sebagian besar produsen hanya memproduksi untuk konsumsi sendiri, mengakibatkan pasokan pasar domestik terbatas. Jika bea antidumping terus diterapkan, biaya produksi industri hilir akan meningkat, melemahkan daya saing pasarnya. Peraturan Menteri Keuangan No. 46 Tahun 2023 telah mengenakan bea pengamanan untuk serat stapel poliester dari India, China, dan Taiwan, China. Akibat dampak pandemi COVID-19, kontribusi industri tekstil terhadap PDB
Pelaku Industri Indonesia Tuntut Bea Masuk Anti-Dumping untuk Tekstil Tiongkok
Asosiasi Produsen Serat dan Filamen Indonesia mengusulkan pengenaan bea masuk anti-dumping minimal 20% terhadap produk filamen impor (terutama dari Tiongkok) guna meningkatkan daya saing industri tekstil dalam negeri. Pengenaan bea ini dimaksudkan untuk merespons praktik "dumping" oleh produsen asing yang telah melemahkan kapasitas produksi dan daya saing industri tekstil Indonesia dari hulu ke hilir. Dumping menyebabkan distorsi harga domestik, dan tarif 20% dianggap sebagai "titik ideal" untuk menyeimbangkan industri hulu dan hilir, serta membantu pemulihan industri hulu tanpa membebani industri hilir secara berlebihan. Ketua asosiasi menyatakan bahwa Komite Anti-Dumping Indonesia memberikan rekomendasi awal dengan kisaran tarif yang bervariasi
Perusahaan Bumbu Rempah Modal Tiongkok Mendirikan Pabrik di Indonesia
Produsen perasa makanan asal Tiongkok, Huabao Flavours & Fragrances Co., Ltd., baru-baru ini mengadakan upacara peletakan batu pertama pabrik bumbu makanan di Kawasan Industri Jababeka, Bekasi, Jawa Barat. Pabrik ini akan menjadi basis perusahaan untuk pasar Asia Tenggara. Huabao bertujuan memperkuat lokalisasi pengembangan produk, layanan pelanggan, dan koordinasi operasional melalui proyek ini, mendorong pertumbuhan berkualitas tinggi di Asia Tenggara. Pabrik baru akan mengintegrasikan fungsi produksi, penelitian dan pengembangan, serta perkantoran, dengan pasar sasaran meliputi Indonesia, Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Huabao didirikan pada tahun 1996 dan memproduksi berbagai bumbu makanan, perasa minuman, dan produk pewangi. Anak perusahaannya di Indonesia, Huabao Food Technology,
Perang dagang AS-China menyebabkan produk tekstil China membanjiri Indonesia
Perang dagang AS-China menyebabkan beberapa produk China sulit masuk ke pasar AS karena tarif tinggi, sehingga beralih membanjiri Indonesia, termasuk produk pakaian. Hal ini menimbulkan kekhawatiran para pelaku industri tekstil lokal Indonesia, seperti penjual piama lokal yang menyatakan kekhawatiran terhadap prospek industri. Ketua Asosiasi Produsen Serat dan Filamen Indonesia menyatakan bahwa masuknya produk pakaian China secara besar-besaran dan kenaikan tarif ke AS akan berdampak pada industri hulu dan hilir produksi pakaian dalam negeri Indonesia, dan diperkirakan hanya sektor produksi filamen saja sekitar 125.000 orang menghadapi pengangguran. Menteri Perindustrian mengakui adanya masalah masuknya pakaian impor selama perang dagang AS-China, tetapi belum
Platform E-commerce Tiongkok Dilarang Masuk ke Pasar Indonesia
Platform e-commerce Tiongkok Temu dan Shein pernah berencana memperluas pasar Indonesia, dan bahkan terdaftar di Apple App Store dan Google Play Store Indonesia, namun Pemerintah Indonesia karena model bisnisnya berpotensi berdampak pada UKM lokal, langsung campur tangan dan melarang operasinya di Indonesia. Kedua platform ini menjual barang langsung dari produsen Tiongkok ke konsumen akhir, tanpa perantara, harga murah, sehingga menekan ruang hidup produsen lokal. Di Amerika Serikat, kedua platform ini populer karena harga barangnya jauh di bawah tingkat pasar, namun kebijakan pemerintahan Trump menjadi ancaman bagi mereka. Di satu sisi, Trump menetapkan tarif 145% untuk barang impor dari Tiongkok
Masalah Lisensi Impor Menghambat Perkembangan Perusahaan Minuman Beralkohol di Indonesia
Pada awal tahun 2025, anggota Asosiasi Importir Minuman Beralkohol Indonesia menyatakan kesulitan dalam menjual produk karena izin impor minuman beralkohol belum sepenuhnya diterbitkan. Saat ini hanya 9 dari 17 anggota importir yang telah memperoleh izin, dan asosiasi tidak mengetahui alasan 8 lainnya belum mendapat izin. Sesuai aturan, pengajuan izin melalui sistem perdagangan hanya memerlukan waktu 5 hari kerja. Asosiasi telah mengirim surat pengaduan ke Kementerian Perdagangan tetapi belum mendapat tanggapan. Masalah izin ini dapat menyebabkan persaingan tidak sehat dan juga memungkinkan masuknya minuman beralkohol ilegal ke pasar. Selain itu, sejak tahun lalu, tren permintaan minuman beralkohol impor melambat, terkait dengan ketidakpastian ekonomi global dan domestik serta penurunan daya beli masyarakat.
Kementerian Investasi Indonesia Mengingatkan Investor China untuk Hati-hati Mencari Lahan Industri
Pemerintah Indonesia mengingatkan investor untuk berhati-hati dalam memilih lahan industri, karena sering kali investor salah memilih jenis lahan yang menyebabkan hambatan dalam pembangunan pabrik. Investor China khususnya perlu memperhatikan hal ini dan harus berkonsultasi dengan pemerintah. Investasi manufaktur di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, nilai investasi tahun 2018-2023 meningkat 2,7 kali lipat. Kontribusi investasi Singapura cukup besar, sebagian mungkin berasal dari investor China. Sektor pertambangan dan industri makanan paling didorong. Ketua Asosiasi Produsen Makanan dan Minuman Indonesia menyambut baik investasi pengusaha China, yang dapat meningkatkan nilai tambah, dan berharap industri nasional dapat bekerja sama untuk mengatasi masalah pasokan bahan baku. Ketua Kamar Dagang Impor dan Ekspor Makanan China mengatakan,
Industri Tekstil Lokal Indonesia Mengeluh Dampak Barang Impor terhadap Pasar Indonesia
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Arus Kerja menyatakan bahwa dalam dua tahun terakhir, banyak barang impor masuk, menyebabkan 60% anggota usaha kecil dan menengah berhenti beroperasi, 50% berjuang untuk bertahan, karena harga barang impor murah, diduga impor ilegal, perusahaan lokal sulit bersaing, sehingga melakukan PHK dan menutup pabrik. Ia berharap pasar domestik yang lebih besar bagi UKM tekstil, menilai daya beli Indonesia kuat dan inflasi rendah, jika lokal menguasai setidaknya 70% pasar, UKM akan maju. Ketua Asosiasi Produsen Serat dan Filamen Indonesia mendesak pemerintah untuk memperhatikan model impor grosir/inkubasi, seperti membedakan impor jalur merah dan hijau di pelabuhan, menunjukkan pemerintah melonggarkan impor, misalnya dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 8/2024, dan juga menyebut sistem pemeriksaan bea cukai Indonesia tertinggal dibanding negara tetangga, upaya perbaikan ditolak.
Masalah Industri Tekstil Lokal Indonesia Semakin Tajam
Industri tekstil nasional menghadapi masalah besar, pernyataan pailit yang diumumkan oleh PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex telah menjadi alarm yang membutuhkan intervensi segera dari pemerintah untuk mendiagnosis dengan tepat dan memberikan obat mujarab guna menghidupkan kembali industri tekstil padat karya dan produk tekstil dalam negeri. Sritex telah lama menjadi ikon industri tekstil berkualitas tinggi Indonesia. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyatakan bahwa jika pabrik sebesar ini bisa runtuh, berarti ada hal yang perlu diperhatikan. Perlu dilihat apa yang menyebabkan keruntuhan Sritex, apakah itu internal
Industri Makanan dan Minuman Mengalami PHK Massal Akibat Regulasi Kesehatan Indonesia
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah merespons ancaman PHK massal di sektor industri makanan dan minuman (mamin) akibat Peraturan Pemerintah (PP) tentang kesehatan. Direktur Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI-JSK) Kemenaker memastikan bahwa hingga saat ini mereka belum menerima laporan mengenai PHK di sektor makanan dan minuman. Meskipun demikian, beliau menyatakan bahwa program kesehatan tidak boleh hanya dilihat dari dampak negatifnya, peraturan ini dianggap sebagai dorongan bagi industri makanan dan minuman untuk mendorong gaya hidup sehat masyarakat. Jangan hanya berfokus pada tenaga kerja, karena sebenarnya belum ada laporan PHK di sektor makanan dan minuman, melainkan restrukturisasi bisnis agar lebih merespons gaya hidup sehat masyarakat. Kemenaker menyatakan bahwa PHK adalah langkah terakhir bagi perusahaan untuk mempertahankan bisnis, dan jika perusahaan terpaksa melakukan PHK, pekerja tetap harus mendapatkan hak-haknya. Mereka mengimbau pekerja yang terpaksa dialihkan karena transformasi bisnis untuk mengikuti pelatihan, termasuk peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang. Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2024 tentang pelaksanaan Undang-Undang (UU) Kesehatan No. 17 Tahun 2023. Melalui aturan ini, pemerintah berencana untuk mengenakan cukai pada makanan olahan yang mengandung gula, garam, dan lemak berlebihan, serta melarang iklan, promosi, dan sponsor pada waktu, tempat, dan target kelompok tertentu. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) memperkirakan bahwa penerapan cukai pada Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) pada tahun 2025 akan berdampak signifikan pada penjualan produk industri makanan dan minuman (mamin), sehingga berpotensi menyebabkan PHK massal di sektor industri. Dalam konteks ini, beliau membandingkan perhitungan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengenai cukai minuman mengandung gula sebesar Rp1.700 per liter, yang dapat menyebabkan kenaikan harga produk sebesar 6-15%. Menurut perhitungannya, jika tarif cukai untuk produk minuman 350 cc sebesar Rp1.700 per liter, maka cukai yang dikenakan per botol sekitar Rp600. Jika harga eceran rata-rata per botol adalah Rp5.000, maka harga produsen sekitar Rp3.000, yang berarti kenaikan sekitar Rp600 dari Rp3.000, atau kenaikan harga sebesar 20%. Ini sangat signifikan, karena harga makanan olahan sangat sensitif.
Lebih dari 150.000 Karyawan Tekstil Indonesia Mengalami PHK
Ketua Asosiasi Produsen Serat dan Filamen Indonesia (APSyFI) menyatakan bahwa saat ini terdapat 21 perusahaan tekstil yang tutup di Indonesia, dan 31 pabrik tekstil menghadapi ancaman penutupan. Sejak akhir tahun 2022, tingkat utilisasi kapasitas pabrik tekstil mulai menurun. Hingga kuartal kedua tahun 2022, tingkat utilisasi hanya 72%, dan banyak perusahaan tekstil serta garmen yang menjadi anggota ApsyFI telah tutup. Hingga saat ini, utilisasi sektor ini terus menurun. Menurut catatan asosiasi, kini hanya tersisa 45%. Sejak pandemi Covid-19, tingkat utilisasi kapasitas telah menurun, dan industri tekstil
Pameran Dagang China ke-6 Dibuka di Indonesia
Di Jakarta International Expo, Pameran Dagang China (Indonesia) ke-6 (disingkat "Pameran Indonesia") dibuka secara megah, menarik hampir 400 perusahaan dari Guangdong, Zhejiang, Jiangsu, Sichuan, Jiangxi dan daerah lainnya, dengan area pameran lebih dari 15.000 meter persegi dan lebih dari 500 stan. Acara ini menampilkan puluhan ribu produk manufaktur dari China, menunjukkan kekuatan dan pesona Made in China di Jakarta. Sebagai negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan ekonomi terbesar di ASEAN, Indonesia
Masa Depan Ritel Indonesia: Perpaduan Tradisional dan Modern
Industri ritel Indonesia sedang mengalami transformasi signifikan, memadukan model tradisional dengan kemudahan modern. Menurut data Bank Indonesia, penjualan ritel pada Desember 2023 tumbuh 4,9% secara bulanan, didorong oleh promosi liburan, mencatat pertumbuhan terbesar dalam 8 bulan. Secara tradisional, ritel Indonesia didominasi oleh pasar komunitas dan toko kelontong, namun dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan pemerintah dan masuknya modal asing mendorong modernisasi industri. Studi McKinsey tahun 2021 menunjukkan bahwa 77% transaksi ritel di Indonesia dilakukan melalui saluran tradisional, sementara saluran modern seperti supermarket dan hypermarket hanya mencakup 23%. Untuk melepask