Tahun ini, dengan dukungan bersama Bank Indonesia dan Bank Rakyat Tiongkok, Indonesia dan Tiongkok secara resmi meluncurkan sistem interkoneksi pembayaran lintas batas yang bersejarah, mewujudkan pemindaian kode QR dua arah yang saling berlaku antara aplikasi pembayaran lokal kedua negara. Masyarakat tidak perlu membawa uang tunai atau menukar mata uang asing untuk melakukan transaksi lintas batas, yang sangat memudahkan perjalanan bisnis dan mobilitas sehari-hari. Sistem ini menghubungkan standar pembayaran kode QR QRIS Indonesia dengan dua platform pembayaran utama Tiongkok, yaitu Alipay dan UnionPay, membangun jalur pembayaran digital bilateral yang praktis dan efisien. Saat ini, cakupan interkoneksi pembayaran sangat luas. Wisatawan Tiongkok di Indonesia dapat menggunakan Alipay dan UnionPay untuk bertransaksi di lebih dari 40 juta merchant lokal yang mendukung QRIS, termasuk banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Sebaliknya, masyarakat Indonesia yang berkunjung atau tinggal di Tiongkok dapat menggunakan aplikasi perbankan lokal untuk melakukan pembayaran dengan memindai kode QR di lebih dari 80 juta merchant di Tiongkok.

Bagi warga Tionghoa yang lama menetap di Jakarta, kebijakan ini mengubah total kesulitan sebelumnya yang hanya mengandalkan uang tunai dan ketidakmampuan aplikasi pembayaran domestik. Kini, memindai kode QR dengan WeChat atau Alipay langsung dapat menyelesaikan pembayaran dalam hitungan detik, mengakhiri masalah mobilitas tanpa uang tunai. Selain kemudahan bagi masyarakat, sistem ini memiliki nilai finansial dan ekonomi yang penting. Transaksi lintas batas Indonesia-Tiongkok kini dapat diselesaikan langsung menggunakan Rupiah dan Yuan, sepenuhnya menghindari sistem Dolar AS, sehingga efektif menurunkan biaya transaksi lintas batas. Ini juga menjadi praktik penting kedua negara dalam mengurangi ketergantungan Dolar AS dalam perdagangan regional dan mendorong penyelesaian mata uang lokal. Selain itu, meluasnya pembayaran digital semakin mengaktifkan daya beli konsumen. Dibandingkan dengan konsumsi tunai, pembayaran digital yang tanpa terasa dapat meningkatkan frekuensi transaksi dan skala konsumsi, yang secara langsung menguntungkan perkembangan UMKM Indonesia.

Analis industri menilai bahwa sistem ini juga dapat menyediakan dukungan data bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Transaksi tunai tradisional sulit dilacak, sedangkan pembayaran digital QRIS dapat mencatat secara lengkap data seperti skenario konsumsi wisatawan, kategori pembelian, dan preferensi perjalanan, membantu kedua negara mengoptimalkan kebijakan pariwisata, budaya, dan perdagangan. Data menunjukkan bahwa industri pembayaran digital Indonesia tumbuh pesat; hanya pada kuartal pertama tahun ini saja tercatat 14,4 miliar transaksi digital, meningkat hampir 34% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, jumlah wisatawan Tiongkok ke Indonesia mencapai rekor tertinggi dalam enam tahun, menembus 1,3 juta kunjungan. Seiring dengan semakin mudahnya pembayaran lintas batas, konsumsi lintas batas bilateral dan pertukaran ekonomi-perdagangan akan terus meningkat.