Rakyat Indonesia memberikan suara untuk presiden baru pertama mereka dalam satu dekade. Jajak pendapat menunjukkan bahwa mantan jenderal ini bertekad untuk melanjutkan strategi ekonomi yang didasarkan pada hubungan bisnis dengan China, sementara juga mempertahankan posisi kebijakan luar negeri yang lebih netral antara AS dan China.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang ikut serta dalam pemilihan 14 Februari berjanji akan melanjutkan kebijakan pro-bisnis Presiden Joko Widodo, termasuk meningkatkan investasi asing China lebih dari delapan kali lipat selama 10 tahun masa pemerintahannya.
"Mengingat hubungan ekonomi positif yang dibangun Jokowi dengan Beijing, perusahaan China mungkin akan mendapatkan keuntungan terbesar," hubungan ini "kemungkinan akan berlanjut di bawah kepemimpinan Prabowo," kata analis utama Indonesia dari perusahaan konsultan kebijakan Global Counsel, Dedi Dinarto.
Ketika Jokowi menjabat pada tahun 2014, ia menetapkan agenda ekonomi dan infrastruktur yang ambisius. Dengan disahkannya reformasi bisnis penting, Indonesia tumbuh rata-rata 5% per tahun. Selama periode itu, China menjadi salah satu sumber investasi terpenting. Menurut data pemerintah Indonesia, total investasi China di Indonesia tahun lalu mencapai 7,4 miliar dolar AS. Sebagai perbandingan, investasi langsung dari AS mencapai 3,28 miliar dolar AS.
Sumber informasi: South China Morning Post
Rakyat Indonesia memberikan suara untuk presiden baru pertama mereka dalam satu dekade. Jajak pendapat menunjukkan bahwa mantan jenderal ini bertekad untuk melanjutkan strategi ekonomi yang didasarkan pada hubungan bisnis dengan China, sementara juga mempertahankan posisi kebijakan luar negeri yang lebih netral antara AS dan China.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang ikut serta dalam pemilihan 14 Februari berjanji akan melanjutkan kebijakan pro-bisnis Presiden Joko Widodo, termasuk meningkatkan investasi asing China lebih dari delapan kali lipat selama 10 tahun masa pemerintahannya.
"Mengingat hubungan ekonomi positif yang dibangun Jokowi dengan Beijing, perusahaan China mungkin akan mendapatkan keuntungan terbesar," hubungan ini "kemungkinan akan berlanjut di bawah kepemimpinan Prabowo," kata analis utama Indonesia dari perusahaan konsultan kebijakan Global Counsel, Dedi Dinarto.
Ketika Jokowi menjabat pada tahun 2014, ia menetapkan agenda ekonomi dan infrastruktur yang ambisius. Dengan disahkannya reformasi bisnis penting, Indonesia tumbuh rata-rata 5% per tahun. Selama periode itu, China menjadi salah satu sumber investasi terpenting. Menurut data pemerintah Indonesia, total investasi China di Indonesia tahun lalu mencapai 7,4 miliar dolar AS. Sebagai perbandingan, investasi langsung dari AS mencapai 3,28 miliar dolar AS.
Sumber informasi: South China Morning Post