Dalam sebuah acara yang diadakan di Jakarta, Presiden Indonesia Joko Widodo pada 7 Maret menekankan pentingnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 65 juta UMKM di Indonesia, yang berkontribusi sebesar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Jokowi memuji peran kunci UMKM dan meminta kementerian serta lembaga keuangan untuk memberikan lebih banyak dukungan agar mereka memiliki lebih banyak peluang pengembangan. Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Sunarso, berpendapat bahwa UMKM merupakan faktor kunci dalam mendorong pembangunan ekonomi Indonesia. Ia menunjukkan bahwa perubahan Indonesia dari negara berpendapatan rendah menjadi negara berpendapatan menengah didorong oleh UMKM. Ia menekankan bahwa di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, perekonomian Indonesia masih memiliki potensi untuk tumbuh, dan salah satu pendorong utamanya tetaplah UMKM. Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, juga menyampaikan pandangan yang sama. Ia menunjukkan bahwa 97% lapangan kerja di Indonesia diciptakan oleh UMKM. Persentase ini relatif tinggi dibandingkan dengan negara lain. Namun, ia juga menyebutkan bahwa pangsa kredit perbankan untuk UMKM di Indonesia hanya sebesar 20%, yang relatif rendah dibandingkan negara lain. Kepala sektor UMKM Indonesia juga menyampaikan pernyataan, bahwa kesulitan yang dihadapi UMKM dalam pembiayaan bank terutama karena kurangnya agunan dan banyak UMKM yang belum terhubung dengan sistem layanan perbankan. oleh karena itu, para pakar industri mendesak bank dan lembaga keuangan Indonesia untuk membantu UMKM meningkatkan rasio kredit dan menurunkan suku bunga pinjaman mereka. Sumber Informasi: Kantor Berita China News Service, Jakarta (Editor: Wang Dong)