Tahun ini harga nikel mencapai rekor tertinggi, sehingga keuntungan ekspor nikel Indonesia sejak awal tahun melebihi 100 triliun rupiah. Data dari London Metal Exchange menunjukkan, hingga penutupan 16 Mei 2024, harga nikel kontrak 3 bulan mencapai 20.054 dolar AS per ton, naik 2,50% dalam sehari, dan naik selama dua hari berturut-turut. Dalam sebulan terakhir, harga nikel selalu mempertahankan tren kenaikan hampir 10%. Saat ini harga telah mencapai level tertinggi tahun 2024 dan mendekati posisi tertinggi pertengahan September 2023. Seiring kenaikan harga nikel tahun ini, Indonesia memperoleh keuntungan besar dari ekspor komoditas ini. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai kumulatif ekspor bijih nikel, nikel pig iron, dan produk turunannya dari Januari hingga April 2024 mencapai 6,34 miliar dolar AS, setara dengan 101,44 triliun rupiah. Dalam empat bulan pertama tahun ini, total ekspor nikel setara dengan 28,7% dari total ekspor tahun 2023 sebesar 22,1 miliar dolar AS (setara dengan 353,69 triliun rupiah).

Industri nikel tumbuh pesat, terutama sejak tahun 2020 ketika pemerintah secara ketat melarang ekspor bijih mentah, khususnya bijih nikel, untuk mendorong pengembangan industri hilir. Presiden Joko Widodo saat itu mengakui bahwa kebijakan larangan ekspor bijih mentah memang sulit bagi perusahaan eksportir bijih, namun ia yakin program hilirisasi ini pada akhirnya akan mendorong pembangunan sosial ekonomi. Lebih dari tiga tahun berlalu, program tersebut akhirnya membuahkan hasil. Hal ini terlihat dari perkembangan pesat ekspor nikel, terutama untuk produk yang telah diolah menjadi nikel pig iron dan turunannya. Pada tahun 2019, nilai ekspor bijih nikel mencapai 1,1 miliar dolar AS, pada tahun 2020 menyusut drastis menjadi hanya 117 dolar AS, dan pada tahun 2022 nilai ekspor bijih nikel terendah hanya 29 dolar AS. Penurunan drastis ekspor bijih nikel sangat kontras dengan produk olahan nikel (yaitu nikel pig iron dan turunan nikel lainnya) yang kemudian berkembang pesat. Dalam lima tahun, ekspor nikel pig iron melonjak hampir 600%, dari 2,59 miliar dolar AS menjadi 15,29 miliar dolar AS. Sektor nikel dan turunannya melonjak lebih dari tujuh kali lipat menjadi 6,81 miliar dolar AS. Volume ekspor nikel tahun 2023 juga mencapai level tertinggi dalam hampir satu dekade, karena melonjak 10 kali lipat. Perkembangan pesat ekspor telah menjadi salah satu permata Indonesia, yang bernilai di mata dunia, sehingga proyek hilirisasi harus terus ditingkatkan agar produk olahan nikel dalam negeri memiliki nilai yang lebih tinggi.