Presiden Joko Widodo pada 4-5 Juni 2024 melakukan peletakan batu pertama untuk proyek tahap keenam saat meninjau kemajuan pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain itu, Jokowi juga akan meninjau persiapan perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan RI yang direncanakan digelar di IKN. Jokowi juga langsung meresmikan beberapa proyek. Saat ini, pembangunan tahap pertama IKN telah mencapai 80% dan diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat. Berikut adalah beberapa proyek utama IKN yang diresmikan oleh Jokowi: Bendungan Sepaku Semoi merupakan salah satu proyek tahap pertama IKN. Pembangunan ini menghabiskan biaya Rp836 miliar, dimulai pada tahun 2020 dan akan selesai pada tahun 2024. Pada 4 Juni, Jokowi juga meresmikan bendungan tersebut, yang akan menjadi sumber air minum untuk IKN. Kapasitas Bendungan Sepaku Semoi cukup besar, mencapai 16 juta meter kubik dengan luas genangan 322 hektar. Setelah peresmian Bendungan Sepaku Semoi, Jokowi melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Astra Business Center dan Kebun Raya Nusantara. Astra Biz Center-IKN seluas 3,4 hektar diharapkan akan meningkatkan kontribusi Grup Astra dalam mengembangkan pusat bisnis dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Astra Biz Center-IKN akan menjadi pusat layanan untuk 11 merek perusahaan Grup Astra, termasuk Astra Motor, Auto2000, Astra Daihatsu, FIFGROUP, Astra Insurance, ACC, TAF, United Tractors, ASTRA Infra, SERA, dan Astra Property. Sementara itu, konsorsium Nusantara juga membangun sebuah kebun raya di KIPP IKN yang akan menyediakan kawasan konservasi dan destinasi wisata edukasi seluas 211 hektar. Pengembangan tahap pertama berfokus pada koleksi anggrek, pusat penelitian anggrek, dan paviliun anggrek. Selain itu, dibangun pula fasilitas lain seperti pusat pengunjung, kafe, dan pojok UMKM, menjadikan Kebun Raya Nusantara sebagai salah satu destinasi pendidikan di ibu kota baru. Pengembangan tahap pertama Kebun Raya Nusantara akan menekankan fungsi penelitian, pendidikan, dan wisata lingkungan, sedangkan tahap berikutnya direncanakan berfokus pada konservasi dan jasa lingkungan. Konsorsium ini juga melibatkan 11 perusahaan lain, yaitu Agung Sedayu Group, Salim Group, Sinarmas, Pulau Intan, Djarum, Wings Group, Adaro, Barito Pacific, Mulia Group, Kawan Lama, dan Alfamart. Presiden dalam pidatonya menekankan pentingnya investasi untuk masa depan IKN. Beliau berpendapat bahwa berinvestasi di IKN Nusantara berarti membeli masa depan, sehingga ia menekankan pentingnya mempercepat pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan bandara untuk mendukung aksesibilitas IKN. Presiden juga menekankan pentingnya dukungan investasi saat ini untuk mewujudkan visi pembangunan ibu kota Indonesia. Di bidang pendidikan, Universitas Gunadarma adalah universitas pertama yang didirikan di IKN. Universitas ini akan menjadi pusat pendidikan tinggi pertama di IKN yang bekerja sama dengan universitas di Prancis, Slovakia, dan Swedia untuk program doktor internasional. Untuk pendidikan SD, SMP, dan SMA, Indonesia bekerja sama dengan Al Azhar Summarecon dan Bina Bangsa International School. Sekolah ini menggunakan kurikulum Cambridge yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan anak serta mendorong peningkatan sumber daya manusia di IKN. Beliau meyakini bahwa dengan demikian, sumber daya manusia yang dimiliki akan sangat berkualitas, karena saat ini terdapat persaingan antarnegara, dan persaingan sumber daya manusia sangat ketat. Tidak hanya fasilitas pendidikan, Jokowi juga memulai pembangunan 10 jalan di sekitar IKN dengan total panjang 50,9 km. Proyek ini menghabiskan biaya Rp561 miliar dan merupakan bagian dari penunjukan jalan regional. Pada 20 Desember 2023, Jokowi meresmikan pembangunan Nusantara Superblock, sebuah kawasan super mewah dengan nilai investasi Rp3 triliun. Beliau menyambut baik adanya investor dari Kalimantan Timur yang turut serta dalam pengembangan kota ibu kota baru. Kawasan ini mencakup hotel bintang lima, hotel bintang empat, apartemen, pusat hiburan, gedung perkantoran, dan sekolah internasional. Di ibu kota baru juga telah dibangun pusat pelatihan tim nasional sepak bola Indonesia, yang groundbreaking-nya dilakukan pada 22 September 2023. Pembangunan fasilitas olahraga ini didanai oleh pemerintah dan FIFA. Pemerintah mengalokasikan Rp95 miliar dari APBN, sementara FIFA memberikan dana hibah sebesar Rp85,6 miliar kepada PSSI. Dana hibah FIFA Forward khusus dialokasikan untuk pembangunan Pusat Pelatihan Nasional IKN.