Indonesia akan menjadi produsen katoda tembaga terbesar keempat di dunia pada tahun 2025, setelah pabrik peleburan baru PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik mulai beroperasi penuh pada Juli 2024. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan bahwa pabrik tembaga tersebut akan memproduksi 60 ton emas murni dan 400.000 ton katoda tembaga. Selain itu, nilai investasi pabrik peleburan ini sebesar 30 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 49,2 triliun, dan akan mulai beroperasi pada 1 Juli 2024. Mulai 1 Juli, pabrik Freeport akan mengolah konsentrat tembaga dari Timika, Gresik, dan dalam setahun pabrik ini akan memproduksi 60 ton emas murni, 400.000 ton katoda tembaga, serta berbagai produk turunan lainnya. Di sisi lain, PTFI juga diwajibkan membangun pabrik peleburan di Timika, Papua, dekat area tambang Freeport di Tembagapura. Kewajiban membangun pabrik peleburan ini sesuai dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan jumlah saham PTFI dari saat ini 51% menjadi 61% pada tahun 2041.
Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi tambahan 10% saham setelah regulasi terbit. Saat ini pemerintah memiliki 51% saham, dan mereka berharap Indonesia kembali memiliki saham mayoritas. Negosiasi telah selesai, dan Freeport telah setuju untuk menjual tambahan 10% saham. Pabrik peleburan PTFI adalah fasilitas pemurnian konsentrat tembaga yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Manyar, Gresik, Jawa Timur, yang mulai dibangun pada Oktober 2021 dan telah selesai sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah. Pabrik peleburan kedua PTFI ini merupakan pabrik peleburan tembaga dengan desain single line terbesar di dunia, dan setelah beroperasi penuh, kapasitas pemurnian konsentrat tembaganya akan mencapai 1,7 juta ton. Pabrik peleburan ini dilengkapi dengan unit pemurnian, unit pemurnian logam mulia, unit pembuatan oksigen, unit asam sulfat, unit desalinasi serta instalasi pengolahan air limbah dan air buangan untuk mendukung pemanfaatan maksimal bahan baku, produk sampingan dan limbah, guna mencapai proses peleburan dan pemurnian yang efisien.
Indonesia akan menjadi produsen katoda tembaga terbesar keempat di dunia pada tahun 2025, setelah pabrik peleburan baru PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik mulai beroperasi penuh pada Juli 2024. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan bahwa pabrik tembaga tersebut akan memproduksi 60 ton emas murni dan 400.000 ton katoda tembaga. Selain itu, nilai investasi pabrik peleburan ini sebesar 30 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 49,2 triliun, dan akan mulai beroperasi pada 1 Juli 2024. Mulai 1 Juli, pabrik Freeport akan mengolah konsentrat tembaga dari Timika, Gresik, dan dalam setahun pabrik ini akan memproduksi 60 ton emas murni, 400.000 ton katoda tembaga, serta berbagai produk turunan lainnya. Di sisi lain, PTFI juga diwajibkan membangun pabrik peleburan di Timika, Papua, dekat area tambang Freeport di Tembagapura. Kewajiban membangun pabrik peleburan ini sesuai dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan jumlah saham PTFI dari saat ini 51% menjadi 61% pada tahun 2041.
Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi tambahan 10% saham setelah regulasi terbit. Saat ini pemerintah memiliki 51% saham, dan mereka berharap Indonesia kembali memiliki saham mayoritas. Negosiasi telah selesai, dan Freeport telah setuju untuk menjual tambahan 10% saham. Pabrik peleburan PTFI adalah fasilitas pemurnian konsentrat tembaga yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Manyar, Gresik, Jawa Timur, yang mulai dibangun pada Oktober 2021 dan telah selesai sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah. Pabrik peleburan kedua PTFI ini merupakan pabrik peleburan tembaga dengan desain single line terbesar di dunia, dan setelah beroperasi penuh, kapasitas pemurnian konsentrat tembaganya akan mencapai 1,7 juta ton. Pabrik peleburan ini dilengkapi dengan unit pemurnian, unit pemurnian logam mulia, unit pembuatan oksigen, unit asam sulfat, unit desalinasi serta instalasi pengolahan air limbah dan air buangan untuk mendukung pemanfaatan maksimal bahan baku, produk sampingan dan limbah, guna mencapai proses peleburan dan pemurnian yang efisien.