Seorang wartawan bertanya bahwa beberapa media baru-baru ini melaporkan apa yang disebut Indonesia akan mengenakan tarif tinggi pada barang impor dari Tiongkok. Menteri Koordinator Luhut, yang mengetuai kerja sama Indonesia dengan Tiongkok, baru-baru ini memberikan klarifikasi publik, mengatakan bahwa Tiongkok adalah mitra strategis perdagangan dan investasi terpenting Indonesia, dan kedua negara memiliki nasib yang sama. Di tengah situasi internasional yang tidak stabil saat ini, Indonesia tidak akan secara membabi buta mengikuti 'memihak'. Menteri Perdagangan Indonesia Zulkifli juga mengatakan dalam wawancara bahwa Kementerian Perdagangan Indonesia sedang melakukan penyelidikan remedial perdagangan untuk 7 produk seperti keramik, tekstil, dan akan memutuskan apakah akan mengenakan tarif berdasarkan hasil penyelidikan. Pengenaan tarif pengaman berlaku untuk semua negara, tidak ditujukan pada negara tertentu. Apa komentar Kementerian Luar Negeri mengenai hal ini? Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian menyatakan, kami mencatat laporan terkait, terutama klarifikasi yang diberikan oleh Menteri Koordinator Luhut dan Menteri Perdagangan Zulkifli mengenai pernyataan 'Indonesia akan mengenakan tarif tinggi pada barang impor dari Tiongkok', yang menyatakan bahwa meskipun tarif pengaman dikenakan, itu berlaku untuk semua negara, tidak ditujukan pada negara tertentu, apalagi Tiongkok.Pihak Tiongkok akan memantau secara ketat kemungkinan pengenaan tarif pengaman oleh Indonesia untuk produk tertentu di masa depan, dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan perusahaan. Kerja sama Tiongkok-Indonesia pada dasarnya saling menguntungkan. Kedua negara dengan tegas mendukung perdagangan bebas, menentang proteksionisme, dan secara aktif berupaya menjaga kerja sama perdagangan dan investasi bilateral yang sehat dan stabil. Tiongkok bersedia, atas dasar saling menguntungkan, untuk meningkatkan tingkat kerja sama perdagangan bilateral dengan Indonesia, mencapai perdagangan yang kuat, seimbang, inklusif, dan berkelanjutan dua arah. Kami juga bersedia bersama Indonesia untuk bersama-sama menjaga tatanan perdagangan internasional yang bebas dan terbuka.