Pada tanggal 25 Juli, Wang Zhanggui berangkat dari Jakarta, setelah penerbangan selama 1 jam, tiba di kota inti kawasan industri Jawa Tengah, Semarang, kemudian setelah perjalanan darat selama 1 jam, sampailah di Kawasan Industri Batang-Wanxinda yang terletak 60 km di sebelah barat Semarang. Kawasan Industri Batang direncanakan dengan total luas 4.300 hektar. Setelah diresmikan dan mulai dibangun oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2021, pada tahun yang sama kawasan ini menjadi taman kerja sama pihak Indonesia dalam proyek "Dua Negara, Dua Taman" antara China dan Indonesia. Pada tahun 2023, Dr. Chen Riling, pendiri Grup Wanxinda, datang ke Indonesia. Setelah perjalanan survei sejauh 50.000 km, ia tertarik dengan transportasi yang nyaman, fasilitas pendukung yang lengkap, serta keunggulan biaya tenaga kerja dan lahan yang kompetitif di Jawa Tengah, akhirnya memutuskan untuk menetap di Kawasan Batang. Pada tahap pertama, ia membebaskan lahan seluas 200 hektar untuk pembangunan Kawasan Industri Batang-Wanxinda.

Kawasan industri Jawa Tengah tempat taman ini berada sangat cocok untuk pengembangan industri tekstil, pakaian jadi, tas, sepatu, mainan, bahan bangunan, serta kendaraan listrik dan energi baru. Untuk membantu perusahaan-perusahaan menetap dengan lebih baik, Wanxinda untuk pertama kalinya di Indonesia meluncurkan model pembangunan pabrik sendiri. Model ini tidak hanya memperpendek siklus penetapan perusahaan, tetapi juga dilengkapi dengan opsi sewa dan beli yang fleksibel, sehingga mengurangi tekanan keuangan bagi perusahaan. Pabrik-pabrik di kawasan ini terutama dibagi menjadi jenis industri ringan dan jenis peralatan. Masa sewa pabrik utama berkisar antara 5 tahun, 10 tahun, dan 20 tahun.