Pulau Jawa adalah pusat manufaktur Indonesia, dan Sabuk Industri Jawa Tengah Indonesia adalah salah satu dari tiga sabuk industri di Pulau Jawa yang baru dan penuh semangat. Biaya tanah dan tenaga kerja sangat kompetitif, biaya tanah sekitar 50-100 dolar AS, biaya tenaga kerja 150-200 dolar AS. Apa saja kawasan industri di Sabuk Industri Jawa Tengah? Pemilik Toko Wang akan menjelaskannya secara detail: Pertama, Kawasan Industri Batang, terletak di Kabupaten Batang, 60 km di sebelah barat Bandara Semarang. Kawasan Industri Batang didirikan pada tahun 2020, seluas 4.300 hektar, merupakan satu-satunya kawasan industri besar di Pulau Jawa yang dipimpin oleh pemerintah, tidak hanya merupakan proyek strategis nasional Indonesia, tetapi juga pada tahun 2021 menjadi kawasan Indonesia dari proyek Taman Kembar (Twin Parks) Indonesia-Tiongkok. Di antara perusahaan yang menetap di kawasan tersebut, terdapat perusahaan dengan latar belakang modal Tiongkok, Wanxinda. Pendiri Wanxinda, Bapak Chen Riling, adalah pelaksana setia dari proyek Taman Kembar. Sebagai operator Tiongkok di Kawasan Industri Batang, ia memelopori solusi pengiriman pabrik turnkey satu atap bagi perusahaan Tiongkok di Indonesia. Pada Mei 2023, mereka menandatangani perjanjian pembelian tanah dengan kawasan industri, dan pada 10 Desember tahun yang sama melakukan peletakan batu pertama. Rencananya, pada tahun 2024 akan selesai dan menyerahkan 1 juta m² pabrik, dan berusaha untuk membangun pabrik dengan skala lebih dari 10 juta m² dalam waktu lima tahun. Sangat cocok untuk manufaktur berorientasi ekspor dan padat karya. Sudah ada 14 perusahaan yang menetap. Kedua, Kawasan Industri Kendal (KIP), terletak di Kabupaten Kendal, 30 km di sebelah barat Bandara Semarang, dikembangkan bersama oleh Sembcorp Group Singapura dan Grup Jababeka Indonesia, seluas sekitar 2.200 hektar. Diresmikan pada tahun 2016 oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura saat itu, Lee Hsien Loong. Kawasan Industri Kendal termasuk dalam salah satu dari dua Zona Ekonomi Khusus di Pulau Jawa, dan menikmati insentif khusus dalam hal pajak penghasilan badan, PPN, dan bea masuk. Lopal Technology, BTR, Zhongce Rubber, dll. telah menetap di kawasan ini. Ketiga, Kawasan Industri JIPS, didirikan pada tahun 2013, terletak di Kabupaten Demak, sebelah timur Semarang. Rencana total 300 hektar. Saat ini sudah terdapat 22 perusahaan besar yang menetap, termasuk Liansu, Huafeng, Xinbao, Sailun, Huagang Group, dan perusahaan Tiongkok lainnya. Seiring dengan maraknya proteksionisme perdagangan Amerika dan Eropa, selain Vietnam, semakin banyak perusahaan padat karya dan berorientasi ekspor Tiongkok yang memilih Indonesia, terutama Sabuk Industri Jawa Tengah sebagai basis produksi luar negeri, sehingga lebih mudah menembus pasar Amerika dan Eropa tanpa hambatan. Ditambah dengan populasi Indonesia yang mencapai 280 juta jiwa, negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dengan daya beli yang besar, potensi pengembangan Indonesia sangat besar.