Pada 28 Agustus 2024, sebuah upacara peresmian yang sangat berarti digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Indonesia. Ketua Grup GEM, Xu Kaihua, bersama perwakilan dari berbagai kalangan di Indonesia menyaksikan lahirnya Laboratorium Riset Bersama Teknik Material dan Metalurgi Energi Baru China-Indonesia.
Pada 28 Agustus 2024, di Institut Teknologi Bandung (ITB), Indonesia, dilaksanakan upacara peresmian Laboratorium Riset Bersama Teknik Material dan Metalurgi Energi Baru China-Indonesia.
Pada 28 Agustus 2024, di Institut Teknologi Bandung (ITB), Indonesia, dilaksanakan upacara peresmian Laboratorium Riset Bersama Teknik Material dan Metalurgi Energi Baru China-Indonesia.
Sejak keluar negeri pada tahun 2018 hingga saat ini, 6 tahun telah berlalu. GEM, perusahaan yang berintikan 'mengubah sampah menjadi harta, daur ulang', sedang mewujudkan harapan energi baru dengan mengubah sumber daya di tanah ini menjadi sumber energi baru.
1. 'Senjata Rahasia' Kendaraan Listrik – Nikel
Cerita dimulai dari logam berharga ini, nikel.
Nikel, sebagai elemen kunci baterai tenaga terner, adalah 'senjata rahasia' yang memungkinkan kendaraan listrik mencapai jarak tempuh lebih dari 800 km. Namun, cadangan sumber daya nikel China hanya 3% dari dunia. Menghadapi permintaan energi baru yang terus meningkat, mencari sumber nikel baru menjadi tantangan besar bagi industri energi baru China.
Ketua GEM, Xu Kaihua, seorang pemimpin yang telah lama berkecimpung di bidang ekonomi sirkular, dengan wawasan pasar yang tajam dan visi strategis, mengarahkan pandangannya ke Indonesia yang jauh.
Menteri Luhut, Profesor Reini, Wakil Rektor Universitas Tengah Selatan Akademisi Chai Liyuan, dan Profesor Xu Kaihua bersama-sama menandatangani dalam upacara peresmian Laboratorium Riset Bersama China-Indonesia
Pada saat itu, Indonesia memiliki sumber daya nikel yang melimpah, namun karena kurangnya teknologi pemurnian dan tenaga ahli yang maju, sumber daya berharga ini terbuang percuma. "Saat itu, bijih nikel laterit kadar tinggi dengan kandungan nikel di atas 1,5% di Indonesia sudah mulai langka, namun bijih nikel kadar rendah dengan kandungan nikel di bawah 1,2% belum dimanfaatkan dengan baik, bahkan dibuang begitu saja," kenang Xu Kaihua dalam wawancara kemudian.
Namun, bijih nikel kadar rendah yang dianggap 'tulang ayam' ini, di mata GEM, justru merupakan harta karun. Karena selain nikel, juga terdapat kobalt dan mangan, yang ketiga elemen ini perbandingannya tepat sebagai formula bahan terner tinggi nikel.
2. GEM Memulai 'Jalan Emas' di Indonesia
Bahan baku sudah ada, namun cara mengekstrak nikel, kobalt, dan mangan dari bijih nikel kadar rendah tetap menjadi tantangan bagi GEM.
Mengekstrak tiga elemen berharga ini dari bijih nikel kadar rendah bukanlah hal mudah, entah karena teknologinya belum matang atau biaya investasi terlalu tinggi. Negara lain juga pernah mencoba, namun akhirnya menyerah. Dapat dikatakan, tantangan teknologi yang dihadapi GEM adalah kelas dunia.
Pada saat itu, proses peleburan tradisional membutuhkan energi tinggi dan emisi besar, tidak hanya mahal tetapi juga mencemari lingkungan. Menghadapi kesulitan ini, GEM tidak mundur, tetapi maju menghadapinya, bertekad untuk memecahkan masalah ini melalui inovasi teknologi.
Pada 26 September 2022, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Bapak Luhut, menghadiri upacara peresmian jalur produksi Tahap I Proyek Pembuatan Bahan Baku Energi Baru dari Bijih Nikel Laterit di Qingmeibang, Indonesia
Pada 26 September 2022, bersamaan dengan peresmian jalur produksi Tahap I Proyek Pembuatan Bahan Baku Energi Baru dari Bijih Nikel Laterit di Qingmeibang, Indonesia, GEM mengambil langkah kunci dalam mengubah bijih nikel kadar rendah Indonesia menjadi bahan baku energi baru.
Xu Kaihua memimpin tim masuk ke Indonesia, bekerja sama erat dengan pemerintah, universitas, dan perusahaan setempat, bersama-sama membangun Laboratorium Riset Bersama Teknik Material dan Metalurgi Energi Baru China-Indonesia.
Laboratorium ini tidak hanya dilengkapi dengan peralatan riset dan instrumen pengujian kelas dunia, tetapi juga menghimpun talenta terbaik dari China dan Indonesia, bersama-sama berdedikasi pada pemanfaatan sumber daya bijih nikel secara efisien dan pengembangan material energi baru.
Akhirnya, GEM berhasil mewujudkan ekstraksi dan pemanfaatan komprehensif bijih nikel kadar rendah dengan teknologi inovatif yang dimilikinya. "Melalui inovasi teknologi, kami berhasil menurunkan indikator konsumsi energi dan emisi karbon dioksida secara drastis, dengan penurunan tertinggi mencapai 90%," kata Xu Kaihua dengan bangga.
Kehadiran teknologi ini tidak hanya meningkatkan tingkat pemanfaatan bijih nikel Indonesia dari 50% menjadi 100%, tetapi juga membawa Indonesia langsung melompat dari era peleburan tradisional ke era energi baru, menghemat waktu setidaknya 20 tahun.
Pada saat yang sama, dengan dukungan teknologi ini, Indonesia telah menjadi produsen kobalt terbesar kedua di dunia.
3. 'Program Pembinaan Ratusan Ribu' untuk Lokalisasi Talenta
Di mata GEM, perkembangan perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan.
Mereka sadar bahwa hanya dengan membentuk model pembangunan yang saling menguntungkan dengan pemerintah, perusahaan, dan rakyat Indonesia, mereka dapat berakar dan berkembang di tanah ini. Oleh karena itu, investasi GEM di Indonesia tidak terbatas pada pengembangan sumber daya bijih nikel, tetapi juga mencakup berbagai bidang seperti pelatihan talenta, transfer teknologi, dan pengembangan masyarakat.
Taman Qingmeibang GEM Indonesia
"Kami mengusulkan 'Program Pembinaan Ratusan Ribu', dalam 6 tahun melatih 100 doktor teknik, 1.000 master teknik, dan 10.000 perajin," kata Xu Kaihua. Pelaksanaan program ini tidak hanya menyuntikkan semangat baru ke dalam industri metalurgi Indonesia, tetapi juga menyediakan jaminan talenta yang solid bagi perkembangan industri GEM di Indonesia.
Selain itu, GEM juga aktif menjalankan tanggung jawab sosial, mengembangkan perusahaan sesuai standar ESG (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Perusahaan). Mereka berkomitmen pada produksi hijau, penghematan energi, pengurangan emisi, dan pembangunan komunitas.
"Kami harus menghormati kesadaran dan aturan global yang berlaku, membuat rakyat negara tujuan menyukai orang China, membuat perusahaan lokal mengakui bahwa perusahaan China itu hijau, beradab, dan bahwa pengusaha China memiliki kredibilitas."
Di pabrik GEM di Indonesia, Anda juga dapat melihat pekerja China dan pekerja Indonesia bekerja bahu-membahu, bersama-sama menulis kisah indah tentang penghormatan terhadap hak asasi manusia dan promosi lapangan kerja.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Bapak Luhut, bersama Ketua GEM, Profesor Xu Kaihua, meresmikan pusat riset
GEM sangat menghormati keyakinan agama dan kebiasaan hidup pekerja Indonesia, meningkatkan kualitas mereka melalui bimbingan positif, mendorong mereka untuk berguru, dan melaksanakan program pembinaan kader muda. Kini, di pabrik GEM Indonesia, proporsi pekerja lokal Indonesia telah mencapai 80%.
"Kami tidak hanya mewujudkan industri dan modal keluar negeri, tetapi juga membentuk dorongan ganda yaitu teknologi dan pendidikan keluar negeri," kata Xu Kaihua. Konsep GEM ini tidak hanya membuat rakyat Indonesia menikmati manfaat dari perkembangan teknologi, tetapi juga menyediakan lebih banyak kesempatan kerja dan kondisi hidup yang lebih baik bagi mereka.
4. Kisah Legenda GEM Indonesia Masih Berlanjut
Menghormati Hak Asasi Manusia, Mendorong Lapangan Kerja, Pembangunan Hijau
Berdiri di titik awal sejarah yang baru, GEM akan terus menjunjung konsep pembangunan 'Hijau adalah warna dasar, Inovasi adalah gen', maju bersama dengan pemerintah, perusahaan, dan rakyat Indonesia untuk mendorong pembangunan hijau. Mereka akan terus menggarap tanah Indonesia dengan tekun, mengubah lebih banyak 'tambang kota' menjadi harapan energi baru.
"Kami percaya, selama kami berpegang pada inovasi, mengutamakan kualitas, menciptakan kapasitas produksi premium, tidak ada yang namanya kelebihan kapasitas," kata Xu Kaihua. Keyakinan GEM ini tidak hanya membuat mereka menduduki posisi terdepan dalam industri energi baru global, tetapi juga mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan dari pemerintah dan rakyat Indonesia.
Kisah legenda GEM Indonesia masih terus berlanjut. Mereka menafsirkan hakikat penghormatan terhadap hak asasi manusia, promosi lapangan kerja, dan pembangunan hijau melalui tindakan nyata, dan juga menetapkan standar baru bagi perkembangan industri energi baru dunia.