Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut mengatakan Indonesia harus melindungi industri tekstilnya dari banjir produk ekspor China, sambil terus menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja. Meskipun menghadapi peningkatan PHK dan tantangan global, industri tekstil tetap menjadi pendorong ekonomi utama, mempekerjakan hampir 4 juta pekerja, dan menarik investasi besar baik domestik maupun asing. Pada tahun 2024, investasi langsung asing di sektor ini mencapai USD 903 juta, naik 107% dari tahun sebelumnya, sementara investasi domestik mencapai Rp 7 triliun. Sebuah merek internasional mengumumkan rencana untuk melipatgandakan pesanan dari Indonesia dalam tiga tahun, diperkirakan akan menciptakan 100.000 lapangan kerja baru. Namun, juga menghadapi tantangan seperti pembebasan lahan, persetujuan izin lingkungan, dan kebijakan upah. Ia menekankan perlunya pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap masuknya barang China ke pasar Indonesia akibat kenaikan tarif AS. Meskipun investasi industri tumbuh, PHK terus meningkat. Dari Januari hingga Mei 2024, sekitar 30 pabrik tekstil tutup, menyebabkan 10.800 orang kehilangan pekerjaan. Sebuah lembaga think tank menyalahkan PHK pada banjir impor tekstil China yang lebih murah, yang melemahkan produksi lokal.