Pabrik peleburan nikel PT GNI terletak di Morowali Utara. Saat ini perusahaan sedang dalam masa transisi karena manajemen baru lebih selektif dalam pemilihan bahan baku, dan produksi diperkirakan akan kembali normal pada April 2025.Selama periode ini, akan dilakukan peningkatan kemampuan karyawan. Perusahaan telah menjelaskan situasi kepada Kementerian Perindustrian dan berjanji tidak akan melakukan PHK atau memotong gaji karyawan. Perusahaan membantah adanya penundaan pembayaran kepada pemasok bijih nikel karena masalah keuangan dan gangguan produksi. Akar masalahnya adalah perbedaan pendapat antara manajemen lama dan baru mengenai pemilihan pemasok bahan baku. Manajemen baru ingin memastikan bahan baku yang diterima sesuai persyaratan. Selain itu, PT GNI akan mendapatkan sumber pendanaan baru setelah perubahan manajemen, dengan perjanjian dan mekanisme pendanaan diperkirakan selesai pada Juli 2025, namun belum dikonfirmasi apakah dana atau investor baru berarti tidak lagi dikendalikan oleh Jiangsu Delong Tiongkok. Sebelumnya beredar kabar bahwa PT GNI menunda pembayaran kepada pemasok sehingga tidak dapat memperoleh bijih nikel dan mungkin berhenti produksi. Bisnisnya juga terpengaruh oleh gagal bayar utang perusahaan induknya di Tiongkok, Jiangsu Delong. Pada akhir Februari, PT GNI menyatakan bahwa perusahaan sedang dalam masa transisi, operasi masih berjalan, bertujuan untuk memperkuat struktur guna menghadapi tantangan industri di masa depan.
Kemenperin RI Tanggapi Krisis Perusahaan Nikel Jiangsu Delong di Indonesia
Pabrik peleburan nikel PT GNI terletak di Morowali Utara. Saat ini perusahaan sedang dalam masa transisi karena manajemen baru lebih selektif dalam pemilihan bahan baku, dan produksi diperkirakan akan kembali normal pada April 2025. Selama periode ini, akan dilakukan peningkatan kemampuan karyawan. Perusahaan telah menjelaskan situasi kepada Kementerian Perindustrian dan berjanji tidak akan melakukan PHK atau memotong gaji karyawan. Perusahaan membantah adanya penundaan pembayaran kepada pemasok bijih nikel karena masalah keuangan dan gangguan produksi. Akar masalahnya adalah perbedaan pendapat antara manajemen lama dan baru mengenai pemilihan pemasok bahan baku. Manajemen baru ingin memastikan bahan baku yang diterima sesuai persyaratan. Selain itu, PT GNI akan mendapatkan
Pabrik peleburan nikel PT GNI terletak di Morowali Utara. Saat ini perusahaan sedang dalam masa transisi karena manajemen baru lebih selektif dalam pemilihan bahan baku, dan produksi diperkirakan akan kembali normal pada April 2025.Selama periode ini, akan dilakukan peningkatan kemampuan karyawan. Perusahaan telah menjelaskan situasi kepada Kementerian Perindustrian dan berjanji tidak akan melakukan PHK atau memotong gaji karyawan. Perusahaan membantah adanya penundaan pembayaran kepada pemasok bijih nikel karena masalah keuangan dan gangguan produksi. Akar masalahnya adalah perbedaan pendapat antara manajemen lama dan baru mengenai pemilihan pemasok bahan baku. Manajemen baru ingin memastikan bahan baku yang diterima sesuai persyaratan. Selain itu, PT GNI akan mendapatkan sumber pendanaan baru setelah perubahan manajemen, dengan perjanjian dan mekanisme pendanaan diperkirakan selesai pada Juli 2025, namun belum dikonfirmasi apakah dana atau investor baru berarti tidak lagi dikendalikan oleh Jiangsu Delong Tiongkok. Sebelumnya beredar kabar bahwa PT GNI menunda pembayaran kepada pemasok sehingga tidak dapat memperoleh bijih nikel dan mungkin berhenti produksi. Bisnisnya juga terpengaruh oleh gagal bayar utang perusahaan induknya di Tiongkok, Jiangsu Delong. Pada akhir Februari, PT GNI menyatakan bahwa perusahaan sedang dalam masa transisi, operasi masih berjalan, bertujuan untuk memperkuat struktur guna menghadapi tantangan industri di masa depan.
Bacaan Terkait
Kabar Industri
Plastik Murah China Ancam Industri Petrokimia Indonesia, Asosiasi Desak Perlindungan
2026-09-03
Kabar Industri
Dua Kawasan Andalan Jawa Tengah Terus Meningkatkan Daya Tarik Investasi
2026-08-31
Warta Industri