Pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo berencana mengalokasikan dana sebesar Rp20 triliun pada tahun 2025 untuk menyelamatkan dan memperkuat industri padat karya. Dana tersebut akan disalurkan melalui program Kredit Investasi Padat Karya, dengan fokus pada sektor tekstil, pakaian jadi, alas kaki, furnitur, kulit, mainan anak-anak, serta makanan dan minuman. Program ini mencakup subsidi bunga 5% selama 8 tahun, dengan jumlah pinjaman berkisar antara Rp500 juta hingga Rp10 miliar. Pemilik usaha diwajibkan memiliki bisnis yang layak, pengalaman minimal 2 tahun, dan mempekerjakan setidaknya 50 pekerja. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan Rp20 triliun dalam bentuk subsidi investasi untuk mendukung program revitalisasi mesin bagi UMKM di industri padat karya. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada produk impor. Pemerintah berharap melalui insentif ini dapat mempertahankan penghidupan jutaan pekerja di sektor tersebut, sekaligus memperkuat regulasi perdagangan untuk melindungi industri dalam negeri. Hal ini merupakan bagian dari strategi pemerintahan Prabowo untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 8% per tahun dan menjadikan Indonesia sebagai negara industri yang lebih mandiri dan berdaya saing.