Indonesia memiliki pabrik pengolahan emas dengan kapasitas produksi 50 ton per tahun, yaitu Pabrik Pemurnian Logam Mulia (PMR) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur. Pabrik ini diresmikan oleh Presiden Prabowo pada 17 Maret 2025. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengungkapkan bahwa kapasitas produksi pabrik ini adalah 50 ton per tahun. PT Freeport Indonesia telah menandatangani kontrak penjualan sebanyak 30 ton per tahun dengan PT Aneka Tambang (ANTM), dan sisanya akan diprioritaskan untuk pasar domestik. Ia menilai ini adalah peluang untuk berinvestasi di sektor emas. Ia mengatakan bahwa investasi yang stabil dapat memilih emas di tengah ketidakpastian ekonomi global, dan emas dari pabrik ini memiliki sertifikat internasional. Pabrik ini adalah pabrik emas terbesar di Indonesia, dengan investasi mencapai 630 juta dolar AS (sekitar Rp10 triliun). Pada 13 Februari 2025, pabrik ini telah mengirimkan batangan emas seberat 125 kg dengan kemurnian 99,99% ke PT Aneka Tambang. Pabrik ini merupakan bagian dari kawasan smelter konsentrat tembaga Gresik, yang merupakan smelter jalur tunggal terbesar di dunia, dengan investasi 4,2 miliar dolar AS. Saat ini pemerintah telah menyetujui perpanjangan izin ekspor Freeport, karena pabrik sempat mengalami kebakaran asam sulfat yang menghentikan produksi.
Indonesia memiliki pabrik pengolahan emas dengan kapasitas produksi 50 ton per tahun, yaitu Pabrik Pemurnian Logam Mulia (PMR) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur. Pabrik ini diresmikan oleh Presiden Prabowo pada 17 Maret 2025. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengungkapkan bahwa kapasitas produksi pabrik ini adalah 50 ton per tahun. PT Freeport Indonesia telah menandatangani kontrak penjualan sebanyak 30 ton per tahun dengan PT Aneka Tambang (ANTM), dan sisanya akan diprioritaskan untuk pasar domestik. Ia menilai ini adalah peluang untuk berinvestasi di sektor emas. Ia mengatakan bahwa investasi yang stabil dapat memilih emas di tengah ketidakpastian ekonomi global, dan emas dari pabrik ini memiliki sertifikat internasional. Pabrik ini adalah pabrik emas terbesar di Indonesia, dengan investasi mencapai 630 juta dolar AS (sekitar Rp10 triliun). Pada 13 Februari 2025, pabrik ini telah mengirimkan batangan emas seberat 125 kg dengan kemurnian 99,99% ke PT Aneka Tambang. Pabrik ini merupakan bagian dari kawasan smelter konsentrat tembaga Gresik, yang merupakan smelter jalur tunggal terbesar di dunia, dengan investasi 4,2 miliar dolar AS. Saat ini pemerintah telah menyetujui perpanjangan izin ekspor Freeport, karena pabrik sempat mengalami kebakaran asam sulfat yang menghentikan produksi.