Perusahaan daur ulang baterai dan material Tiongkok, GEM, melalui anak perusahaannya GEM Hong Kong International Co. Ltd., telah membeli lebih dari 1 juta saham baru Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) senilai sekitar Rp1 triliun (US$60 juta), sehingga menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan tersebut. Sementara itu, saham PT Vale Indonesia berkurang, sebelumnya BNSI dikendalikan oleh PT Vale Indonesia. Setelah transaksi selesai, laporan keuangan BNSI tidak akan lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Vale Indonesia, namun Kepala Kantor Direktur Utama sekaligus Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia menyatakan bahwa transaksi ini tidak akan mempengaruhi operasional, urusan hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan bisnis perusahaan. Pada tahun 2022, Vale Indonesia bersama dengan Taiyuan Iron and Steel Group dan Shandong Xinhai Technology Co., Ltd. dari Tiongkok mendirikan joint venture BNSI untuk mengembangkan dan mengoperasikan Proyek Pertumbuhan Indonesia di Morowali.
Perusahaan daur ulang baterai dan material Tiongkok, GEM, melalui anak perusahaannya GEM Hong Kong International Co. Ltd., telah membeli lebih dari 1 juta saham baru Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) senilai sekitar Rp1 triliun (US$60 juta), sehingga menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan tersebut. Sementara itu, saham PT Vale Indonesia berkurang, sebelumnya BNSI dikendalikan oleh PT Vale Indonesia. Setelah transaksi selesai, laporan keuangan BNSI tidak akan lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Vale Indonesia, namun Kepala Kantor Direktur Utama sekaligus Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia menyatakan bahwa transaksi ini tidak akan mempengaruhi operasional, urusan hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan bisnis perusahaan. Pada tahun 2022, Vale Indonesia bersama dengan Taiyuan Iron and Steel Group dan Shandong Xinhai Technology Co., Ltd. dari Tiongkok mendirikan joint venture BNSI untuk mengembangkan dan mengoperasikan Proyek Pertumbuhan Indonesia di Morowali.