Bagi investor dan calon pemilik properti, harga tanah di Ibu Kota Nusantara (IKN) saat ini sangat menarik, dalam kondisi "super murah". Pembangunan IKN memasuki tahap kedua tahun 2025, dengan fokus beralih ke pembangunan perumahan dan kompleks perkantoran. Menurut Kepala Otorita IKN, harga tanah di IKN jauh lebih rendah dibandingkan kota-kota besar lainnya, berkisar antara Rp100.000 hingga Rp800.000 per meter persegi, tergantung lokasi dan zona; harga tertinggi di jalan utama dan dekat Istana Presiden. Harga tanah yang relatif murah ini menjadi daya tarik investasi yang kuat. Ditambah IKN sebagai proyek strategis nasional yang didukung penuh oleh pemerintah pusat, potensi apresiasi nilai tanah di masa depan sangat besar, bahkan bisa melampaui kota-kota besar lainnya, seiring dengan semakin lengkapnya infrastruktur utama dan meningkatnya minat investasi. Ia menekankan bahwa Otorita IKN menyambut investor, khususnya anggota Asosiasi Pengembang Perumahan Indonesia, untuk berpartisipasi dalam pembangunan, dengan menyediakan peluang investasi seperti perumahan komersial, pusat kuliner, pusat gaya hidup, dan proyek pariwisata. Tidak hanya menjual tanah, tetapi juga membutuhkan investasi untuk mendukung pembangunan. Singkatnya, harga tanah IKN saat ini memiliki keunggulan signifikan, dan prospek investasinya dipandang sangat positif.
Harga Tanah Murah di IKN Memikat Investasi
www.indoent.com
2025-05-22
Bagi investor dan calon pemilik properti, harga tanah di Ibu Kota Nusantara (IKN) saat ini sangat menarik, dalam kondisi "super murah". Pembangunan IKN memasuki tahap kedua tahun 2025, dengan fokus beralih ke pembangunan perumahan dan kompleks perkantoran. Menurut Kepala Otorita IKN, harga tanah di IKN jauh lebih rendah dibandingkan kota-kota besar lainnya, berkisar antara Rp100.000 hingga Rp800.000 per meter persegi, tergantung lokasi dan zona; harga tertinggi di jalan utama dan dekat Istana Presiden. Harga tanah yang relatif murah ini menjadi daya tarik investasi yang kuat. Ditambah IKN sebagai proyek strategis nasional
Bagi investor dan calon pemilik properti, harga tanah di Ibu Kota Nusantara (IKN) saat ini sangat menarik, dalam kondisi "super murah". Pembangunan IKN memasuki tahap kedua tahun 2025, dengan fokus beralih ke pembangunan perumahan dan kompleks perkantoran. Menurut Kepala Otorita IKN, harga tanah di IKN jauh lebih rendah dibandingkan kota-kota besar lainnya, berkisar antara Rp100.000 hingga Rp800.000 per meter persegi, tergantung lokasi dan zona; harga tertinggi di jalan utama dan dekat Istana Presiden. Harga tanah yang relatif murah ini menjadi daya tarik investasi yang kuat. Ditambah IKN sebagai proyek strategis nasional yang didukung penuh oleh pemerintah pusat, potensi apresiasi nilai tanah di masa depan sangat besar, bahkan bisa melampaui kota-kota besar lainnya, seiring dengan semakin lengkapnya infrastruktur utama dan meningkatnya minat investasi. Ia menekankan bahwa Otorita IKN menyambut investor, khususnya anggota Asosiasi Pengembang Perumahan Indonesia, untuk berpartisipasi dalam pembangunan, dengan menyediakan peluang investasi seperti perumahan komersial, pusat kuliner, pusat gaya hidup, dan proyek pariwisata. Tidak hanya menjual tanah, tetapi juga membutuhkan investasi untuk mendukung pembangunan. Singkatnya, harga tanah IKN saat ini memiliki keunggulan signifikan, dan prospek investasinya dipandang sangat positif.
Tag
Kabar Industri
Bagikan ke
Bacaan Terkait
Kabar Industri
Plastik Murah China Ancam Industri Petrokimia Indonesia, Asosiasi Desak Perlindungan
2026-09-03
Kabar Industri
Dua Kawasan Andalan Jawa Tengah Terus Meningkatkan Daya Tarik Investasi
2026-08-31
Warta Industri