CEO Grup Djarum Indonesia menjelaskan alasan grup melalui divisi investasi Dwimuria Investama Andalan memasuki bidang properti industri dan kesehatan. Grup menilai sektor properti industri dan kesehatan memiliki prospek cerah dan mampu mempertahankan kelangsungan bisnis di tengah ketidakpastian global. Ada juga "rasa tidak aman keluarga", khawatir bisnis inti yang ada (tembakau) mungkin hilang, merujuk pada contoh hilangnya industri lain (seperti minyak sawit, industri terkait Jepang). Ia menekankan grup dan tim memiliki kemampuan untuk menjalankan bisnis di bidang baru yang tidak terkait dengan bisnis inti. Grup secara bertahap mengakuisisi saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), pada 9 Juli 2025 kepemilikan mencapai 5,32%; SSIA sedang mengembangkan kawasan industri terpadu Subang Smartpolitan, telah menarik perusahaan besar seperti BYD untuk berinvestasi. Juga melalui transaksi di luar bursa dengan harga Rp1.875 per saham (premi 32% dari harga pasar) mengakuisisi 559,19 juta saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), total transaksi sekitar Rp1,04 triliun. Grup melakukan akuisisi besar-besaran pada saat kinerja kedua perusahaan tersebut belum mencapai kondisi terbaik.