Proyek EPC PLTP Lumut Balai Tahap II yang dibangun oleh PowerChina di Indonesia baru-baru ini resmi menerima sertifikat penerimaan operasional, menjadi proyek PLTP pertama dari perusahaan China yang berhasil diserahkan di luar negeri. Proyek ini mengatasi lingkungan geologi yang kompleks, hasil uji kinerja lebih baik dari indikator kontrak; serta menyelesaikan tonggak penting seperti COD (Commercial Operation Date) dan uji keandalan 15 hari tepat waktu.
Proyek ini menerapkan pengendalian rantai penuh "desain-pengadaan-konstruksi", mewujudkan nol kecelakaan keselamatan besar. PLTP ini akan menyediakan energi bersih bagi Indonesia dengan pengurangan emisi CO₂ sekitar 150.000 ton per tahun, menjadikan tolok ukur baru kerja sama energi hijau Indonesia-China. PowerChina akan memastikan operasi yang stabil selama masa garansi dan memperdalam tata letak pasar energi baru di Asia Tenggara.
Proyek EPC PLTP Lumut Balai Tahap II yang dibangun oleh PowerChina di Indonesia baru-baru ini resmi menerima sertifikat penerimaan operasional, menjadi proyek PLTP pertama dari perusahaan China yang berhasil diserahkan di luar negeri. Proyek ini mengatasi lingkungan geologi yang kompleks, hasil uji kinerja lebih baik dari indikator kontrak; serta menyelesaikan tonggak penting seperti COD (Commercial Operation Date) dan uji keandalan 15 hari tepat waktu.
Proyek ini menerapkan pengendalian rantai penuh "desain-pengadaan-konstruksi", mewujudkan nol kecelakaan keselamatan besar. PLTP ini akan menyediakan energi bersih bagi Indonesia dengan pengurangan emisi CO₂ sekitar 150.000 ton per tahun, menjadikan tolok ukur baru kerja sama energi hijau Indonesia-China. PowerChina akan memastikan operasi yang stabil selama masa garansi dan memperdalam tata letak pasar energi baru di Asia Tenggara.