Lembaga Pengelola Investasi Indonesia BPI Danantara mengumumkan akan melanjutkan proyek pembangkit listrik tenaga sampah, dengan investasi diperkirakan 2 hingga 3 triliun rupiah untuk mengolah 1.000 ton sampah per hari. Proyek ini dilaksanakan bersama oleh pemerintah daerah, kementerian, dan perusahaan, dengan mitra teknis terbuka bagi perusahaan domestik, asing, dan BUMN, dan pada akhirnya akan dipilih solusi terbaik melalui evaluasi. Tujuan utamanya adalah ramah lingkungan, bukan keuntungan.
CEO lembaga mengungkapkan bahwa PLN (Perusahaan Listrik Negara) akan bertanggung jawab atas pembelian sampah dan konversi energi, menanggung biaya pengolahan sampah yang sebelumnya dibayar oleh pemerintah daerah, dengan subsidi dari pemerintah pusat. Tarif listrik ditetapkan sebesar 20 rupiah per kWh. Model ini direncanakan akan diprioritaskan untuk diterapkan di 33 kota termasuk Jakarta.
Target kapasitas pengolahan 1.000 ton/hari per lokasi, menghasilkan listrik sekitar 15 megawatt, yang dapat memenuhi kebutuhan listrik 20.000 rumah tangga. Proyek ini menekankan penyelesaian krisis sampah melalui kerja sama pemerintah-swasta sekaligus mendorong pengembangan energi terbarukan. Pemilihan teknologi dan detail implementasi masih dalam tahap negosiasi.
Lembaga Pengelola Investasi Indonesia BPI Danantara mengumumkan akan melanjutkan proyek pembangkit listrik tenaga sampah, dengan investasi diperkirakan 2 hingga 3 triliun rupiah untuk mengolah 1.000 ton sampah per hari. Proyek ini dilaksanakan bersama oleh pemerintah daerah, kementerian, dan perusahaan, dengan mitra teknis terbuka bagi perusahaan domestik, asing, dan BUMN, dan pada akhirnya akan dipilih solusi terbaik melalui evaluasi. Tujuan utamanya adalah ramah lingkungan, bukan keuntungan.
CEO lembaga mengungkapkan bahwa PLN (Perusahaan Listrik Negara) akan bertanggung jawab atas pembelian sampah dan konversi energi, menanggung biaya pengolahan sampah yang sebelumnya dibayar oleh pemerintah daerah, dengan subsidi dari pemerintah pusat. Tarif listrik ditetapkan sebesar 20 rupiah per kWh. Model ini direncanakan akan diprioritaskan untuk diterapkan di 33 kota termasuk Jakarta.
Target kapasitas pengolahan 1.000 ton/hari per lokasi, menghasilkan listrik sekitar 15 megawatt, yang dapat memenuhi kebutuhan listrik 20.000 rumah tangga. Proyek ini menekankan penyelesaian krisis sampah melalui kerja sama pemerintah-swasta sekaligus mendorong pengembangan energi terbarukan. Pemilihan teknologi dan detail implementasi masih dalam tahap negosiasi.