Indonesia telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Jepang dalam mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir Reaktor Nuklir Modular Kecil (SMR) di Kalimantan Barat. Hal ini telah dimasukkan dalam Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia-AS (ART) yang ditandatangani pada 19 Februari 2026. Saat ini perusahaan listrik negara PLN telah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan AS NuScale untuk proyek nuklir di Kalimantan Barat dan telah melakukan studi kelayakan.
Proyek ini akan menggunakan model kemitraan publik-swasta, memulai pekerjaan rekayasa dan desain tahap awal, merencanakan pembangunan reaktor modular kecil 2×75 megawatt, dengan unit yang dapat dipilih secara fleksibel dengan kapasitas modular 25, 50, 75, atau 100 megawatt, keamanannya lebih mudah dijamin. Studi ini berlangsung selama 8–10 bulan, selanjutnya akan dievaluasi oleh Badan Pembangunan Perdagangan AS (USTDA). Badan Inovasi dan Riset Nasional Indonesia (BRIN) bertanggung jawab untuk merinci rencana proyek, lokasi proyek ditetapkan di Kalimantan Barat, tidak ada lokasi baru.
Meskipun teknologi SMR NuScale dari pihak AS telah mendapat sertifikasi, namun belum dioperasikan secara aktual, pembangkit kecil pertama di AS direncanakan baru akan beroperasi pada tahun 2028, sehingga proyek SMR Indonesia masih perlu melalui proses konstruksi jangka panjang. Saat ini belum ditentukan apakah listrik yang dihasilkan hanya akan disuplai ke Kalimantan Barat, atau dikirim ke Pulau Jawa. Selain AS, Rusia juga telah menyatakan minatnya untuk berpartisipasi dalam pembangunan tenaga nuklir Indonesia.
Pada Desember 2025, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo menyatakan kesiapan Rusia untuk memberikan dukungan di bidang energi nuklir. Pada April 2025, Perusahaan Negara Atom Rusia Rosatom telah menyampaikan dua proposal pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir dalam pertemuan ekonomi Indonesia-Rusia, menjadi alternatif mitra penting di samping AS.
行业快讯
Indonesia Bekerja Sama dengan AS dan Jepang untuk Mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Modular
Indonesia telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Jepang dalam mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir Reaktor Nuklir Modular Kecil (SMR) di Kalimantan Barat. Hal ini telah dimasukkan dalam Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia-AS (ART) yang ditandatangani pada 19 Februari 2026. Saat ini perusahaan listrik negara PLN telah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan AS NuScale untuk proyek nuklir di Kalimantan Barat dan telah melakukan studi kelayakan.
Proyek ini akan menggunakan model kemitraan publik-swasta, memulai pekerjaan rekayasa dan desain tahap awal, merencanakan pembangunan reaktor modular kecil 2×75 megawatt, dengan unit yang dapat dipilih secara fleksibel dengan kapasitas modular 25, 50, 75, atau 100 megawatt, keamanannya lebih mudah dijamin. Studi ini berlangsung selama 8–10 bulan, selanjutnya akan dievaluasi oleh Badan Pembangunan Perdagangan AS (USTDA). Badan Inovasi dan Riset Nasional Indonesia (BRIN) bertanggung jawab untuk merinci rencana proyek, lokasi proyek ditetapkan di Kalimantan Barat, tidak ada lokasi baru.
Meskipun teknologi SMR NuScale dari pihak AS telah mendapat sertifikasi, namun belum dioperasikan secara aktual, pembangkit kecil pertama di AS direncanakan baru akan beroperasi pada tahun 2028, sehingga proyek SMR Indonesia masih perlu melalui proses konstruksi jangka panjang. Saat ini belum ditentukan apakah listrik yang dihasilkan hanya akan disuplai ke Kalimantan Barat, atau dikirim ke Pulau Jawa. Selain AS, Rusia juga telah menyatakan minatnya untuk berpartisipasi dalam pembangunan tenaga nuklir Indonesia.
Pada Desember 2025, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo menyatakan kesiapan Rusia untuk memberikan dukungan di bidang energi nuklir. Pada April 2025, Perusahaan Negara Atom Rusia Rosatom telah menyampaikan dua proposal pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir dalam pertemuan ekonomi Indonesia-Rusia, menjadi alternatif mitra penting di samping AS.