Setelah beroperasinya Pusat Inovasi Sains dan Teknologi "Dua Taman Dua Negara" China-Indonesia, Universitas Fuzhou mencapai kemajuan penting dalam kerja sama internasional. Baru-baru ini, upacara penandatanganan perjanjian kerja sama kerangka kerja "Universitas-Bisnis-Universitas" (U-B-U) China-Indonesia diadakan di Kementerian Pendidikan Tinggi dan Teknologi Indonesia, bersamaan dengan peresmian Institut Global untuk Riset Pengembangan Universitas Fuzhou, yang menjadi lembaga independen pertama universitas tersebut di luar negeri. Acara dipimpin oleh pejabat setingkat wakil menteri dari Kementerian Pendidikan Tinggi dan Teknologi, dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Universitas Fuzhou Cao Dewang, mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, perwakilan Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Atase Pendidikan Kedutaan Besar China di Indonesia, serta perwakilan universitas dan perusahaan dari kedua negara.
Berdasarkan perjanjian, Universitas Fuzhou bersama dengan universitas China lainnya seperti Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, Universitas Fuzhou, dan universitas serta perusahaan di Indonesia seperti Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung bersama-sama membangun platform kerja sama U-B-U, yang bertujuan menciptakan ekosistem sirkulasi internal "Pendidikan-Industri", mewujudkan berbagi sumber daya dan saling melengkapi keunggulan. Institut Global untuk Riset Pengembangan Universitas Fuzhou akan mengintegrasikan sumber daya pendidikan global yang unggul, dengan fokus pada pengembangan bakat, penelitian ilmiah, pertukaran internasional, dan kerja sama ekonomi dan perdagangan.
Cao Dewang menyatakan bahwa universitas akan terus mendorong integrasi pendidikan dan industri, memberdayakan pengembangan bakat melalui praktik industri. Perwakilan Indonesia sangat mengapresiasi model kerja sama ini, yang dinilai efektif menghubungkan pendidikan, penelitian, inovasi, dan industri. Atase Pendidikan Kedutaan Besar China di Indonesia menunjukkan bahwa mekanisme U-B-U bermanfaat untuk mengintegrasikan sumber daya pendidikan tinggi yang unggul dan mendorong komersialisasi hasil penelitian. Kerja sama ini merupakan langkah penting Universitas Fuzhou dalam melayani pembangunan "Sabuk dan Jalan" dan "Dua Taman Dua Negara" China-Indonesia. Ke depannya, universitas akan menggunakan Institut Global untuk Riset Pengembangan sebagai platform untuk memperdalam pengembangan bakat, penelitian akademik, dan kerja sama industri, mendukung perkembangan pendidikan, sains, dan ekonomi yang sinergis antara China dan Indonesia.
Setelah beroperasinya Pusat Inovasi Sains dan Teknologi "Dua Taman Dua Negara" China-Indonesia, Universitas Fuzhou mencapai kemajuan penting dalam kerja sama internasional. Baru-baru ini, upacara penandatanganan perjanjian kerja sama kerangka kerja "Universitas-Bisnis-Universitas" (U-B-U) China-Indonesia diadakan di Kementerian Pendidikan Tinggi dan Teknologi Indonesia, bersamaan dengan peresmian Institut Global untuk Riset Pengembangan Universitas Fuzhou, yang menjadi lembaga independen pertama universitas tersebut di luar negeri. Acara dipimpin oleh pejabat setingkat wakil menteri dari Kementerian Pendidikan Tinggi dan Teknologi, dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Universitas Fuzhou Cao Dewang, mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, perwakilan Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Atase Pendidikan Kedutaan Besar China di Indonesia, serta perwakilan universitas dan perusahaan dari kedua negara.
Berdasarkan perjanjian, Universitas Fuzhou bersama dengan universitas China lainnya seperti Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, Universitas Fuzhou, dan universitas serta perusahaan di Indonesia seperti Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung bersama-sama membangun platform kerja sama U-B-U, yang bertujuan menciptakan ekosistem sirkulasi internal "Pendidikan-Industri", mewujudkan berbagi sumber daya dan saling melengkapi keunggulan. Institut Global untuk Riset Pengembangan Universitas Fuzhou akan mengintegrasikan sumber daya pendidikan global yang unggul, dengan fokus pada pengembangan bakat, penelitian ilmiah, pertukaran internasional, dan kerja sama ekonomi dan perdagangan.
Cao Dewang menyatakan bahwa universitas akan terus mendorong integrasi pendidikan dan industri, memberdayakan pengembangan bakat melalui praktik industri. Perwakilan Indonesia sangat mengapresiasi model kerja sama ini, yang dinilai efektif menghubungkan pendidikan, penelitian, inovasi, dan industri. Atase Pendidikan Kedutaan Besar China di Indonesia menunjukkan bahwa mekanisme U-B-U bermanfaat untuk mengintegrasikan sumber daya pendidikan tinggi yang unggul dan mendorong komersialisasi hasil penelitian. Kerja sama ini merupakan langkah penting Universitas Fuzhou dalam melayani pembangunan "Sabuk dan Jalan" dan "Dua Taman Dua Negara" China-Indonesia. Ke depannya, universitas akan menggunakan Institut Global untuk Riset Pengembangan sebagai platform untuk memperdalam pengembangan bakat, penelitian akademik, dan kerja sama industri, mendukung perkembangan pendidikan, sains, dan ekonomi yang sinergis antara China dan Indonesia.