rnrnBEI baru-baru ini mengungkapkan pengumuman transaksi aset besar, PT SMART Tbk (SMAR) melalui anak perusahaannya Leidong West Indonesia (LWI), menyelesaikan divestasi aset pabrik minyak sawit secara keseluruhan, dengan menjual pabrik minyak sawit Leidong West yang terletak di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seharga Rp67,6 miliar kepada perusahaan afiliasi PT Bumipermai Lestari (BPL). Transaksi ini merupakan langkah optimalisasi aset strategis perusahaan.rnrnPengalihan lingkup aset yang lengkap ini tidak hanya mencakup bangunan utama pabrik pengolahan minyak sawit yang terletak di Desa Telatan, tetapi juga mencakup seluruh infrastruktur produksi, mesin pengolahan, peralatan kantor, laboratorium dan bengkel perbaikan, kendaraan pengangkut, alat berat, serta stok bahan baku di pabrik, sehingga tercapai penjualan pabrik secara paket lengkap.rnrnManajemen SMAR menjelaskan bahwa divestasi aset pabrik ini dilakukan berdasarkan evaluasi ketat terhadap efisiensi operasional dan nilai ekonomi. Penyebab utamanya adalah pabrik menghadapi kesulitan operasional berupa kekurangan pasokan bahan baku sendiri yang kronis. Saat ini, pasokan buah sawit segar dari perkebunan milik LWI hanya mampu memenuhi kurang dari 20% kebutuhan pengolahan pabrik, sehingga tingkat utilisasi kapasitas sangat bergantung pada pasokan eksternal. Untuk menjaga kelangsungan produksi, pabrik selama ini mengandalkan dua cara untuk menutupi kekurangan bahan baku: pengolahan kontrak dari perkebunan sekitar BPL dan pembelian buah sawit pihak ketiga. Ketergantungan tinggi pada bahan baku eksternal membuat pabrik terus-menerus terpapar berbagai risiko operasional, termasuk fluktuasi harga bahan baku yang signifikan, ketidakstabilan pasokan, dan gangguan keberlangsungan operasi lini produksi yang sewaktu-waktu dapat terjadi.rnrnSementara itu, terlepas dari tingkat utilisasi kapasitas, perusahaan tetap harus menanggung biaya operasional tetap seperti perawatan peralatan dan gaji karyawan, yang dalam jangka panjang menyebabkan penurunan profitabilitas pabrik, sehingga tidak mampu memberikan manfaat ekonomi optimal bagi perusahaan, dan efisiensi operasional aset terus menurun. Berdasarkan kendala operasional tersebut, manajemen LWI akhirnya memutuskan untuk melepaskan aset tidak efisien ini.rnrnPenjualan ini merupakan langkah strategis utama Grup SMAR untuk mengoptimalkan portofolio aset dan fokus pada bisnis inti yang berkualitas. Dengan keluar dari aset produksi berisiko tinggi dan berimbal hasil rendah, menyederhanakan struktur bisnis, mengurangi ketidakpastian operasional akibat ketergantungan pada rantai pasok eksternal, maka kualitas profitabilitas dan efisiensi operasional aset Grup secara keseluruhan akan meningkat, serta terwujud realokasi sumber daya perusahaan yang lebih rasional.
Perusahaan Pertanian Terkemuka Indonesia Melepaskan Aset Tidak Efisien Minyak Kelapa Sawit
www.indoent.com
2026-07-06
rnrnBEI baru-baru ini mengumumkan transaksi aset besar, PT SMART Tbk (SMAR) melalui anak perusahaannya Leidong West Indonesia (LWI) menyelesaikan divestasi aset pabrik minyak sawit secara keseluruhan. Pabrik minyak sawit Leidong West yang terletak di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dijual seharga Rp67,6 miliar kepada perusahaan afiliasi PT Bumipermai Lestari (BPL). Transaksi ini merupakan langkah optimalisasi aset strategis perusahaan. Ruang lingkup aset yang dialihkan sangat lengkap, tidak hanya
rnrnBEI baru-baru ini mengungkapkan pengumuman transaksi aset besar, PT SMART Tbk (SMAR) melalui anak perusahaannya Leidong West Indonesia (LWI), menyelesaikan divestasi aset pabrik minyak sawit secara keseluruhan, dengan menjual pabrik minyak sawit Leidong West yang terletak di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seharga Rp67,6 miliar kepada perusahaan afiliasi PT Bumipermai Lestari (BPL). Transaksi ini merupakan langkah optimalisasi aset strategis perusahaan.rnrnPengalihan lingkup aset yang lengkap ini tidak hanya mencakup bangunan utama pabrik pengolahan minyak sawit yang terletak di Desa Telatan, tetapi juga mencakup seluruh infrastruktur produksi, mesin pengolahan, peralatan kantor, laboratorium dan bengkel perbaikan, kendaraan pengangkut, alat berat, serta stok bahan baku di pabrik, sehingga tercapai penjualan pabrik secara paket lengkap.rnrnManajemen SMAR menjelaskan bahwa divestasi aset pabrik ini dilakukan berdasarkan evaluasi ketat terhadap efisiensi operasional dan nilai ekonomi. Penyebab utamanya adalah pabrik menghadapi kesulitan operasional berupa kekurangan pasokan bahan baku sendiri yang kronis. Saat ini, pasokan buah sawit segar dari perkebunan milik LWI hanya mampu memenuhi kurang dari 20% kebutuhan pengolahan pabrik, sehingga tingkat utilisasi kapasitas sangat bergantung pada pasokan eksternal. Untuk menjaga kelangsungan produksi, pabrik selama ini mengandalkan dua cara untuk menutupi kekurangan bahan baku: pengolahan kontrak dari perkebunan sekitar BPL dan pembelian buah sawit pihak ketiga. Ketergantungan tinggi pada bahan baku eksternal membuat pabrik terus-menerus terpapar berbagai risiko operasional, termasuk fluktuasi harga bahan baku yang signifikan, ketidakstabilan pasokan, dan gangguan keberlangsungan operasi lini produksi yang sewaktu-waktu dapat terjadi.rnrnSementara itu, terlepas dari tingkat utilisasi kapasitas, perusahaan tetap harus menanggung biaya operasional tetap seperti perawatan peralatan dan gaji karyawan, yang dalam jangka panjang menyebabkan penurunan profitabilitas pabrik, sehingga tidak mampu memberikan manfaat ekonomi optimal bagi perusahaan, dan efisiensi operasional aset terus menurun. Berdasarkan kendala operasional tersebut, manajemen LWI akhirnya memutuskan untuk melepaskan aset tidak efisien ini.rnrnPenjualan ini merupakan langkah strategis utama Grup SMAR untuk mengoptimalkan portofolio aset dan fokus pada bisnis inti yang berkualitas. Dengan keluar dari aset produksi berisiko tinggi dan berimbal hasil rendah, menyederhanakan struktur bisnis, mengurangi ketidakpastian operasional akibat ketergantungan pada rantai pasok eksternal, maka kualitas profitabilitas dan efisiensi operasional aset Grup secara keseluruhan akan meningkat, serta terwujud realokasi sumber daya perusahaan yang lebih rasional.
Tag
Berita Industri
Bagikan ke
Bacaan Terkait
Kabar Industri
Plastik Murah China Ancam Industri Petrokimia Indonesia, Asosiasi Desak Perlindungan
2026-09-03
Kabar Industri
Dua Kawasan Andalan Jawa Tengah Terus Meningkatkan Daya Tarik Investasi
2026-08-31
Warta Industri