PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel melaporkan kinerja keuangan kuartal III 2024 yang gemilang. Pendapatan dalam 9 bulan pertama mencapai 20,3 triliun rupiah, meningkat 18,02% secara tahunan, dengan kontribusi besar dari divisi pengolahan dan pertambangan nikel. Perusahaan afiliasi Lygend asal China merupakan pembeli terbesar, dengan nilai transaksi yang meningkat signifikan. Meskipun biaya operasional naik, laba kotor dan laba bersih tetap meningkat, termasuk laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sebagai perusahaan nikel, NCKL mengoperasikan dua tambang untuk memasok bijih ke pabrik peleburan, dengan target produksi nikel pig iron (NPI) sebesar 120.000 ton. Melalui pabrik pemurnian HPAL, NCKL memproduksi MHP (mixed hydroxide precipitate) nikel sebanyak 80.000-85.000 ton, sementara pabrik ONC telah beroperasi pada kapasitas penuh. NCKL juga menjajaki pengembangan material baterai. Total aset mencapai 51,69 triliun rupiah, dengan rasio utang yang terkendali, memperkuat posisi kepemimpinan di industri nikel global.
Kinerja Perusahaan Sumber Daya Nikel Indonesia Terus Meningkat
Laporan keuangan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel untuk kuartal III 2024 menunjukkan kinerja gemilang. Pendapatan dalam 9 bulan pertama mencapai 20,3 triliun rupiah, naik 18,02% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kontribusi besar dari sektor pengolahan dan pertambangan nikel. Perusahaan afiliasi Lygend asal China menjadi pembeli terbesar dengan peningkatan transaksi yang signifikan. Meskipun biaya naik, laba kotor dan laba bersih tetap tumbuh, termasuk laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sebagai perusahaan nikel, NCKL mengoperasikan dua tambang untuk memasok bijih ke pabrik peleburan, dengan target produksi nikel pig iron (NPI) sebesar 120.000 ton, dan melalui pabrik pemurnian HPAL menghasilkan MHP (mixed hydroxide precipitate) nikel sebanyak 80.000-85.000 ton. Pabrik ONC telah beroperasi penuh. NCKL juga mengeksplorasi pengembangan material baterai, dengan total aset sebesar 51,69 triliun rupiah, rasio utang terkendali, memperkuat posisi kepemimpinannya di pasar bijih nikel global.
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel melaporkan kinerja keuangan kuartal III 2024 yang gemilang. Pendapatan dalam 9 bulan pertama mencapai 20,3 triliun rupiah, meningkat 18,02% secara tahunan, dengan kontribusi besar dari divisi pengolahan dan pertambangan nikel. Perusahaan afiliasi Lygend asal China merupakan pembeli terbesar, dengan nilai transaksi yang meningkat signifikan. Meskipun biaya operasional naik, laba kotor dan laba bersih tetap meningkat, termasuk laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sebagai perusahaan nikel, NCKL mengoperasikan dua tambang untuk memasok bijih ke pabrik peleburan, dengan target produksi nikel pig iron (NPI) sebesar 120.000 ton. Melalui pabrik pemurnian HPAL, NCKL memproduksi MHP (mixed hydroxide precipitate) nikel sebanyak 80.000-85.000 ton, sementara pabrik ONC telah beroperasi pada kapasitas penuh. NCKL juga menjajaki pengembangan material baterai. Total aset mencapai 51,69 triliun rupiah, dengan rasio utang yang terkendali, memperkuat posisi kepemimpinan di industri nikel global.