Berdasarkan Rencana Pengelolaan Mineral dan Batubara Nasional 2022-2027, Indonesia memiliki total cadangan dan produksi nikel terbesar di dunia. Sumber daya nikel yang dapat dimanfaatkan mencapai 23% dari cadangan global dan 29% dari produksi global. Indonesia memiliki beberapa tambang nikel besar: Blok Sorowako di Sulawesi Selatan seluas 70.566 hektar, dikelola oleh PT Vale Indonesia Tbk, memproduksi bijih nikel kadar tinggi; Weda Bay Nickel di Maluku Utara seluas 54.874 hektar, sebagian besar saham dimiliki oleh perusahaan Tiongkok QingShan dan perusahaan Prancis Eramet; Pulau Gag di Papua Barat, dengan luas area kerja kontrak dan IPPKH total 13.739,25 hektar, dimiliki oleh PT Gag Nickel; Tambang Kawasi di Maluku Utara seluas sekitar 2.247 hektar, dengan sisa cadangan bijih nikel sekitar 84,51 juta ton pada akhir tahun 2022; Deposit Asera di Sulawesi Tenggara seluas 2.000 hektar, produksi tahun 2022 sebesar 23.720 ton, cadangan 16 juta ton; Tambang Bahoomoahi di Sulawesi Tengah seluas sekitar 1.400 hektar, sumber daya cadangan sekitar 14 juta ton, dan potensi tambahan 13 juta ton.
Informasi detail enam tambang nikel utama di Indonesia
www.indoent.com
2025-01-29
Berdasarkan Rencana Pengelolaan Mineral dan Batubara Nasional 2022-2027, Indonesia memiliki total cadangan dan produksi nikel terbesar di dunia. Sumber daya nikel yang dapat dimanfaatkan mencapai 23% dari cadangan global dan 29% dari produksi global. Indonesia memiliki beberapa tambang nikel besar: Blok Sorowako di Sulawesi Selatan seluas 70.566 hektar, dikelola oleh PT Vale Indonesia Tbk, memproduksi bijih nikel kadar tinggi; Weda Bay Nickel di Maluku Utara seluas 54.874 hektar, sebagian besar saham dimiliki oleh perusahaan Tiongkok QingShan dan perusahaan Prancis Eramet; Papua Barat Pula
Berdasarkan Rencana Pengelolaan Mineral dan Batubara Nasional 2022-2027, Indonesia memiliki total cadangan dan produksi nikel terbesar di dunia. Sumber daya nikel yang dapat dimanfaatkan mencapai 23% dari cadangan global dan 29% dari produksi global. Indonesia memiliki beberapa tambang nikel besar: Blok Sorowako di Sulawesi Selatan seluas 70.566 hektar, dikelola oleh PT Vale Indonesia Tbk, memproduksi bijih nikel kadar tinggi; Weda Bay Nickel di Maluku Utara seluas 54.874 hektar, sebagian besar saham dimiliki oleh perusahaan Tiongkok QingShan dan perusahaan Prancis Eramet; Pulau Gag di Papua Barat, dengan luas area kerja kontrak dan IPPKH total 13.739,25 hektar, dimiliki oleh PT Gag Nickel; Tambang Kawasi di Maluku Utara seluas sekitar 2.247 hektar, dengan sisa cadangan bijih nikel sekitar 84,51 juta ton pada akhir tahun 2022; Deposit Asera di Sulawesi Tenggara seluas 2.000 hektar, produksi tahun 2022 sebesar 23.720 ton, cadangan 16 juta ton; Tambang Bahoomoahi di Sulawesi Tengah seluas sekitar 1.400 hektar, sumber daya cadangan sekitar 14 juta ton, dan potensi tambahan 13 juta ton.
Tag
Berita Industri
Bagikan ke
Bacaan Terkait
Berita Industri
30 Perusahaan Tiongkok Masuk ke Indonesia, Capai Kerja Sama Senilai 2 Miliar Dolar AS
2026-07-25
Berita Industri
Proyek Komprehensif Ibu Kota Baru Rp1,25 Triliun dari Perusahaan China Resmi Dimulai
2026-07-17
Berita Industri