Kawasan Industri Batang di Jawa Tengah, sebelumnya dikenal sebagai Kawasan Industri Terpadu Batang, dulunya adalah padang belantara. Mulai beroperasi pada tahun 2022, dan ditingkatkan statusnya menjadi Kawasan Ekonomi Khusus pada tahun 2025. Pemerintah Indonesia berharap melalui kawasan ini dapat mempersempit kesenjangan ekonomi dengan negara tetangga, mendorong industrialisasi, dan meningkatkan daya saing internasional. Kawasan ini terletak di pusat hub Jawa Tengah di Pulau Jawa, dengan jaringan transportasi darat, laut, dan udara yang sangat terhubung, dan terus ditingkatkan. Dalam radius 100 km, terdapat banyak pusat logistik yang membentuk jaringan logistik tiga dimensi, membantu perusahaan menekan biaya dan meningkatkan efisiensi. Pemerintah Indonesia memberikan kemudahan seperti penyederhanaan proses perizinan dan pengurangan pajak penghasilan badan bagi perusahaan yang berinvestasi. Melalui proyek kerja sama "Dua Negara, Dua Taman", Kawasan Industri Batang dan Kawasan Investasi Yuanhong Fuzhou mengeksplorasi pengembangan terpadu. Taman Industri Wanxinda Batang di dalam kawasan ini merupakan contoh sukses, dan juga bekerja sama dengan China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) untuk mendorong pembangunan koridor ekonomi. Saat ini, sudah ada 27 perusahaan yang berinvestasi, meliputi berbagai sektor seperti perakitan elektronik, manufaktur otomotif, dan lain-lain, menunjukkan awal terbentuknya efek klaster industri. Ke depannya, kawasan ini akan dibangun menjadi kota industri terpadu dengan berbagai fungsi, dilengkapi dengan fasilitas layanan hidup yang memadai. Perkembangannya juga mendorong urbanisasi di sekitarnya, dan tengah menuju target menjadi "Lima Kawasan Ekonomi Khusus Terkemuka di Asia Tenggara".
Kerja Sama Tiongkok-Indonesia Genjot Pengembangan 'Shenzhen Versi Indonesia'
Kawasan Industri Batang di Jawa Tengah, sebelumnya dikenal sebagai Kawasan Industri Terpadu Batang, dulunya adalah padang belantara. Mulai beroperasi pada tahun 2022, dan ditingkatkan statusnya menjadi Kawasan Ekonomi Khusus pada tahun 2025. Pemerintah Indonesia berharap melalui kawasan ini dapat mempersempit kesenjangan ekonomi dengan negara tetangga, mendorong industrialisasi, dan meningkatkan daya saing internasional. Kawasan ini terletak di pusat hub Provinsi Jawa Tengah di Pulau Jawa, dengan jaringan transportasi darat, laut, dan udara yang sangat terhubung, dan terus ditingkatkan. Dalam radius 100 km, terdapat banyak pusat logistik yang membentuk jaringan logistik tiga dimensi, membantu perusahaan menekan biaya dan meningkatkan efisiensi. Pemerintah Indonesia memberikan kemudahan seperti penyederhanaan proses perizinan dan pengurangan pajak penghasilan badan bagi perusahaan yang berinvestasi. Tiongkok-Indonesia
Kawasan Industri Batang di Jawa Tengah, sebelumnya dikenal sebagai Kawasan Industri Terpadu Batang, dulunya adalah padang belantara. Mulai beroperasi pada tahun 2022, dan ditingkatkan statusnya menjadi Kawasan Ekonomi Khusus pada tahun 2025. Pemerintah Indonesia berharap melalui kawasan ini dapat mempersempit kesenjangan ekonomi dengan negara tetangga, mendorong industrialisasi, dan meningkatkan daya saing internasional. Kawasan ini terletak di pusat hub Jawa Tengah di Pulau Jawa, dengan jaringan transportasi darat, laut, dan udara yang sangat terhubung, dan terus ditingkatkan. Dalam radius 100 km, terdapat banyak pusat logistik yang membentuk jaringan logistik tiga dimensi, membantu perusahaan menekan biaya dan meningkatkan efisiensi. Pemerintah Indonesia memberikan kemudahan seperti penyederhanaan proses perizinan dan pengurangan pajak penghasilan badan bagi perusahaan yang berinvestasi. Melalui proyek kerja sama "Dua Negara, Dua Taman", Kawasan Industri Batang dan Kawasan Investasi Yuanhong Fuzhou mengeksplorasi pengembangan terpadu. Taman Industri Wanxinda Batang di dalam kawasan ini merupakan contoh sukses, dan juga bekerja sama dengan China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) untuk mendorong pembangunan koridor ekonomi. Saat ini, sudah ada 27 perusahaan yang berinvestasi, meliputi berbagai sektor seperti perakitan elektronik, manufaktur otomotif, dan lain-lain, menunjukkan awal terbentuknya efek klaster industri. Ke depannya, kawasan ini akan dibangun menjadi kota industri terpadu dengan berbagai fungsi, dilengkapi dengan fasilitas layanan hidup yang memadai. Perkembangannya juga mendorong urbanisasi di sekitarnya, dan tengah menuju target menjadi "Lima Kawasan Ekonomi Khusus Terkemuka di Asia Tenggara".
Bacaan Terkait
Berita Industri
30 Perusahaan Tiongkok Masuk ke Indonesia, Capai Kerja Sama Senilai 2 Miliar Dolar AS
2026-07-25
Berita Industri
Proyek Komprehensif Ibu Kota Baru Rp1,25 Triliun dari Perusahaan China Resmi Dimulai
2026-07-17
Berita Industri