Menteri Perhubungan Indonesia baru-baru ini mengumumkan secara resmi bahwa pemerintah Indonesia secara aktif menarik investasi domestik dan asing, dengan fokus pada modal Tiongkok, Rusia, dan lokal, untuk mendorong proyek pembangunan kereta api lintas Kalimantan dan proyek peningkatan serta perluasan kereta api lintas Sumatera. Percepatan infrastruktur ini berasal dari instruksi khusus Presiden Prabowo yang meminta Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mempercepat realisasi dua jaringan kereta api nasional tersebut guna menyempurnakan sistem transportasi utama dari timur ke barat Indonesia. Menteri Perhubungan menyatakan bahwa saat ini Kementerian Perhubungan telah melakukan koordinasi kerja dengan KAI, dan perusahaan telah menyusun peta jalan pengembangan proyek yang lengkap. Penawaran investasi untuk kedua proyek kereta api berjalan bersamaan, di mana sebagian jalur kereta api lintas Sumatera telah selesai dibangun dan beroperasi, sehingga tahap ini hanya perlu melengkapi jalur penghubung yang tersisa dan menyempurnakan konektivitas jaringan.

Sementara itu, kereta api lintas Kalimantan merupakan proyek infrastruktur baru yang harus dimulai dari nol dalam perencanaan dan pembangunannya, dengan skala investasi dan konstruksi yang lebih besar.

Dalam hal kerja sama investasi luar negeri, Indonesia telah secara resmi menghubungi banyak investor asing, di mana Tiongkok dan Rusia menunjukkan minat kerja sama yang jelas terhadap proyek kereta api Kalimantan. Saat ini, komunikasi dan negosiasi antara berbagai pihak telah sepenuhnya dimulai. Investor Tiongkok dan Rusia sedang melakukan penilaian komersial proyek, dan selanjutnya akan mengajukan proposal kerja sama resmi kepada pemerintah Indonesia. Menteri mengakui bahwa pada tahap ini urutan pembangunan kedua proyek kereta api belum ditentukan, dan kecepatan realisasi akhirnya bergantung pada hasil penilaian kelayakan dari para investor. Dari preferensi investasi, perusahaan kereta api lokal Indonesia, KAI, lebih cenderung mendalami peningkatan infrastruktur logistik regional Sumatera, sementara modal asing dari Tiongkok dan Rusia lebih fokus pada potensi pengembangan proyek kereta api baru di Kalimantan.

Pemerintah Indonesia akan secara fleksibel menyesuaikan kecepatan pelaksanaan proyek berdasarkan hasil penilaian dari berbagai pihak, bahkan berupaya untuk merealisasikan kedua proyek secara bersamaan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam acara peresmian renovasi Stasiun Tawang Semarang secara jelas merencanakan infrastruktur, menjadikan kereta api lintas Sumatera sebagai proyek prioritas. Jalur ini menghubungkan Bakauheni di Provinsi Lampung hingga ujung paling utara Sumatera, dan merupakan infrastruktur inti untuk membuka konektivitas utara-selatan Sumatera serta mendorong perdagangan dan ekonomi regional. Presiden secara tegas meminta Kementerian Perhubungan dan KAI untuk memikul tugas berat, secara proaktif mengambil alih proyek infrastruktur besar, dan sepenuhnya mendorong perluasan serta peningkatan jaringan kereta api nasional Indonesia, guna mendukung konektivitas ekonomi regional.