Pemerintah Indonesia mempercepat pembangunan Kawasan Industri Madura Weraja, dan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Taman Industri ASEAN Guangdong (Fenyong) Tiongkok, merealisasikan proyek kerja sama utama Dua Taman Dua Negara (TCTP). Sejumlah besar klaster industri Tiongkok akan masuk ke wilayah Madura, Jawa Timur, untuk mendorong pembangunan ekonomi timur Indonesia yang seimbang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia menyatakan bahwa Kawasan Industri Madura diposisikan sebagai basis industri baru yang penting di Indonesia, dapat saling melengkapi dengan kawasan industri petrokimia berat Gresik, sehingga menyempurnakan tata letak industri secara keseluruhan di Pulau Jawa. Saat ini, pemerintah pusat Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan secara sinergis mempercepat berbagai proses perizinan, berupaya penuh untuk merealisasikan investasi proyek dengan cepat, mendorong lapangan kerja lokal dan pertumbuhan ekonomi regional.

Kerja sama ini akan fokus pada pengembangan industri manufaktur padat karya yang beragam, dengan rencana mengembangkan klaster industri unggulan seperti pengolahan cokelat, pembuatan kasur, tekstil, dan pemintalan, serta membangun kawasan industri modern yang terintegrasi antara manufaktur, pergudangan dan logistik, serta energi hijau. Proyek ini tidak hanya memperluas kapasitas manufaktur Indonesia, tetapi juga semakin memperkuat fondasi kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia-Tiongkok. Dengan mengandalkan perjanjian swap mata uang bilateral senilai 50 miliar dolar AS (BCSA), kedua belah pihak di masa depan berpotensi mendorong perdagangan dengan penyelesaian mata uang lokal, mengurangi ketergantungan pada mata uang pihak ketiga, dan meningkatkan stabilitas perdagangan bilateral. Sejak 8 Mei 2026, kedua belah pihak telah menandatangani sejumlah perjanjian penting di Jakarta, termasuk kerangka kerja sama strategis dan nota kesepahaman kerja sama industri, serta resmi bergabung dengan Aliansi Internasional Kerja Sama Taman Industri ASEAN Guangdong, menandai masuknya kerja sama industri ke tahap implementasi nyata.

Wali Kota Zhanjiang memperkenalkan bahwa pada tahun 2025, nilai perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia mencapai 2,461 miliar yuan Tiongkok, meningkat 6,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, 8 perusahaan Zhanjiang telah merealisasikan 12 proyek di Indonesia dengan total investasi 370 juta dolar AS, sementara 6 perusahaan Indonesia telah menanamkan investasi di Zhanjiang, membentuk pola investasi dua arah yang terus berkembang. Kedua belah pihak berharap menjadikan kerja sama kawasan industri sebagai contoh, mewujudkan pertukaran informasi industri, peningkatan kapasitas produksi, dan pemberdayaan investasi dua arah. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia menyatakan bahwa proyek Kawasan Industri Madura merupakan langkah kunci bagi Indonesia untuk memperluas kutub pertumbuhan ekonomi baru dan menyeimbangkan investasi regional. Kerja sama kawasan industri Indonesia-Tiongkok kali ini akan mendorong transfer teknologi, peningkatan industri, dan perluasan lapangan kerja, menjadi tonggak baru kerja sama ekonomi dan perdagangan berkualitas tinggi antara kedua negara.