Perusahaan Dubai Bangun Pusat Data di Jawa Barat
Perusahaan Dubai, Edgnex, berencana menginvestasikan 2,3 miliar dolar AS (sekitar Rp37 triliun) untuk membangun pusat data besar di atas lahan seluas 12 hektar di Kawasan Industri Cikarang, Jawa Barat. Tahap pertama dijadwalkan selesai pada tahun 2026, dan keseluruhan proyek berlanjut hingga tahun 2028. Menteri Komunikasi dan Digital menilai investasi ini merupakan sinyal positif dari meningkatnya kepercayaan investor global terhadap ekosistem digital Indonesia. Pusat data merupakan infrastruktur inti dalam transformasi digital Indonesia. Pemerintah berharap investasi ini tidak hanya sebatas skala, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat, termasuk mendukung digitalisasi usaha kecil menengah serta penerapan kecerdasan buatan di bidang pertanian, perikanan, dan kesehatan.
Pabrik Panel Surya Terbesar di Indonesia Resmi Beroperasi
20 Perusahaan Indonesia Masuk dalam 500 Besar Asia Tenggara
Perusahaan Tiongkok berpartisipasi dalam proyek pengembangan gas TPA di Provinsi Riau, Indonesia
Tiongkok memasok batubara kokas ke Indonesia, mengubah pola pasar lama
Perusahaan Tiongkok memulai proyek soda abu pertama di Indonesia di Kalimantan Timur
Proyek soda abu 300.000 ton/tahun milik PT Pupuk Kaltim (PKT) yang dikerjakan oleh China Chemical Tianchen Company telah resmi dimulai. Proyek ini merupakan proyek soda abu pertama di Indonesia dan juga proyek strategis nasional Indonesia, sekaligus menandai pertama kalinya metode Hou (proses soda amonia) Tiongkok diterapkan di Indonesia. Proyek ini berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur, Indonesia, dengan kapasitas pabrik soda abu 300.000 ton/tahun. Untuk merespons berbagai rencana strategis pemerintah Indonesia, proyek ini menggunakan proses soda amonia canggih internasional, yang tidak hanya meningkatkan produksi pupuk majemuk melalui amonium klorida sebagai produk sampingan untuk mendorong swasembada pangan, tetapi juga memanfaatkan karbon dioksida sebagai bahan baku untuk mendukung tujuan ekonomi hijau pengurangan emisi karbon.
12 Perusahaan Indonesia Masuk Daftar Global 2000
Majalah Forbes Amerika Serikat merilis daftar tahunan Global 2000 edisi ke-23, yang memeringkat perusahaan publik besar dunia berdasarkan penjualan, laba, aset, dan kapitalisasi pasar. Sebanyak 12 perusahaan Indonesia masuk dalam daftar tersebut, dengan 5 di antaranya dari sektor perbankan. BRI merupakan perusahaan Indonesia dengan peringkat tertinggi, termasuk bank milik negara yang fokus pada pembiayaan usaha mikro dan kecil, mengandalkan jaringan luas dan skala nasional yang besar untuk mendukung pertumbuhan dan stabilitas laba. Mandiri sebagai bank BUMN unggulan memiliki keunggulan di segmen korporasi dan konsumen, serta perluasan layanan digital dan pembiayaan hijau meningkatkan daya saingnya di pasar global.
Indonesia Menawarkan 24 Proyek Perumahan kepada Investor
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menawarkan 24 proyek perumahan kepada investor dalam Konferensi Infrastruktur Internasional 2025, mencakup rumah tapak dan rumah susun yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan total kebutuhan investasi sekitar Rp55,17 triliun. Proyek-proyek ini menggunakan skema kerja sama pemerintah-swasta (KPBU) dan joint venture. Proyek unggulan antara lain Karawaci City yang terletak di Tangerang, merupakan proyek rumah susun terdiri dari 14 menara, 3.136 unit hunian, dengan 50% untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sisanya non-MBR. Proyek seluas 37.779 m² ini asetnya berada di bawah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, sedang dalam proses pengalihan aset tanah ke Badan Pertanahan Nasional, dengan nilai investasi sebesar USD78.761.642 (setara Rp1,33 triliun).
Indonesia Meluncurkan 46 Proyek Triliunan Rupiah untuk Investor Asing
Indonesia berencana menawarkan 46 proyek bernilai triliunan rupiah kepada investor asing, mencakup area dari Blok M hingga Karawang. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah baru-baru ini menyelenggarakan Konferensi Infrastruktur Internasional di Jakarta, dengan tujuan membangun forum investasi infrastruktur global untuk mendorong koneksi bisnis dan diskusi kerja sama antara pemangku kepentingan dalam dan luar negeri (termasuk investor dari Eropa dan Asia). 46 proyek unggulan mencakup jalan tol, kereta api, bandara, perumahan, dan sumber daya air, termasuk proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi senilai Rp25,4 triliun;
Kerja Sama Indonesia-Tiongkok Bangun Pabrik Baja Baru Berkapasitas 3 Juta Ton per Tahun
PT Krakatau Steel beserta grupnya bekerja sama dengan PT Dexin Steel Indonesia, anak perusahaan Delong Steel Group Tiongkok (produsen baja terbesar ke-11 dunia dan ke-7 di Tiongkok), untuk membangun pabrik baja baru di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, Banten, dengan luas lahan lebih dari 500 hektar. Targetnya adalah membangun pabrik baja terpadu berkapasitas 3 juta ton per tahun, memproduksi baja berkualitas tinggi, serta mengeksplorasi pengembangan baja hijau. Pada Mei 2025, delegasi Krakatau Steel berkunjung ke Tiongkok dan menandatangani nota kesepahaman pengadaan bahan baku dengan Delong Steel
Pelaku Industri Indonesia Tuntut Bea Masuk Anti-Dumping untuk Tekstil Tiongkok
Asosiasi Produsen Serat dan Filamen Indonesia mengusulkan pengenaan bea masuk anti-dumping minimal 20% terhadap produk filamen impor (terutama dari Tiongkok) guna meningkatkan daya saing industri tekstil dalam negeri. Pengenaan bea ini dimaksudkan untuk merespons praktik "dumping" oleh produsen asing yang telah melemahkan kapasitas produksi dan daya saing industri tekstil Indonesia dari hulu ke hilir. Dumping menyebabkan distorsi harga domestik, dan tarif 20% dianggap sebagai "titik ideal" untuk menyeimbangkan industri hulu dan hilir, serta membantu pemulihan industri hulu tanpa membebani industri hilir secara berlebihan. Ketua asosiasi menyatakan bahwa Komite Anti-Dumping Indonesia memberikan rekomendasi awal dengan kisaran tarif yang bervariasi
BAIC Resmi Merakit Mobil Secara Lokal di Indonesia
Beijing Automotive (BAIC) Indonesia, melalui pabrik HIM di Purwakarta, Jawa Barat, meluncurkan model BJ40 Plus yang dirakit secara lokal. Sebelumnya, model ini diimpor secara utuh dari China. Peluncuran ini dipimpin oleh PT JIO, menandai dimulainya operasi perakitan lokal merek tersebut. Untuk memastikan proses perakitan memenuhi standar, merek ini mengirim 7 orang teknisi dari PT JDI dan PT HIM ke pabrik khusus off-road BAIC di Beijing, China, untuk belajar dan analisis proses selama dua minggu. Sementara itu, BAIC International mengirim 6 orang ahli teknis (termasuk 2 ahli pengendalian mutu) ke pabrik di Indonesia