CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi baru-baru ini mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 10 perusahaan lokal Indonesia yang memenuhi syarat untuk memproduksi motor listrik dalam negeri (Molinas). Perusahaan-perusahaan tersebut telah lolos persyaratan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian. Hal ini disampaikannya dalam acara peluncuran motor listrik dalam negeri beserta ekosistem pendukungnya di Bekasi.
Ia menjelaskan bahwa pasar Indonesia saat ini memiliki sekitar 140 juta unit sepeda motor, dengan penambahan pembelian baru mencapai 6 hingga 7 juta unit per tahun. Namun, penjualan tahunan motor listrik hanya sekitar 60 ribu hingga 70 ribu unit, atau hanya 1%. Menurutnya, angka ini menunjukkan bahwa pasar motor listrik memiliki potensi pertumbuhan eksponensial di masa depan, dengan ukuran pasar diperkirakan mencapai 170 miliar dolar AS.
Ia juga menunjuk bahwa Indonesia telah memiliki kondisi yang memadai dalam hal bahan baku dan "resep" untuk mengembangkan motor listrik, termasuk teknologi yang sepenuhnya dapat menggunakan baterai berbasis nikel, serta produsen yang memenuhi standar. Ia menegaskan bahwa Indonesia akan sepenuhnya mendorong penggunaan baterai berbasis nikel pada motor listrik dalam negeri, karena 46% cadangan nikel global berada di Indonesia.
Ia menekankan bahwa Molinas merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan pengusaha lokal, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pembangunan mandiri Indonesia. Selain itu, ia juga mengungkapkan dalam acara tersebut bahwa pemilik Grup Lippo telah berkomitmen untuk membeli 20 ribu unit motor listrik. Sebagai pemilik lahan tempat proyek Molinas di Bekasi, ia sebelumnya telah menyatakan komitmen pembelian, dan pernyataannya kali ini pun mendapat tepuk tangan dari hadirin.