Proyek EPC PLTS Ground-Mounted 36MWp di Kawasan Industri Pertiwi Lestari, Jawa Barat, yang dikerjakan oleh PowerChina sebagai kontraktor utama, telah berhasil melewati pemeriksaan penerimaan akhir secara menyeluruh dan memperoleh Sertifikat PAC dari pemilik proyek. Hal ini menandakan proyek secara resmi memasuki tahap pemeliharaan garansi dan operasional, sepenuhnya siap untuk operasional komersial, memberikan dukungan penting bagi pembangunan pusat data hijau Indonesia dan transisi energi regional.
Proyek ini merupakan proyek fotovoltaik khusus pertama di Indonesia yang menggunakan energi surya sebagai pasokan listrik utama untuk pusat data, terletak di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat, hanya berjarak 45 kilometer garis lurus dari Jakarta, dengan keunggulan lokasi yang menonjol. Proyek ini menggunakan model EPC turnkey standar industri, dengan total kapasitas terpasang 36MWp dan rasio kapasitas 1,2987, perangkat keras yang dikonfigurasi sesuai dengan standar tingkat lanjut industri.
Proyek ini secara seragam menggunakan modul fotovoltaik bifacial double-glass N-type silikon monokristalin 720Wp, inverter string 330kV, serta dilengkapi dengan sistem dudukan tetap, menghasilkan efisiensi pembangkit listrik dan stabilitas yang sangat baik. Cakupan konstruksi meliputi desain, pengadaan, konstruksi, commissioning, dan interkoneksi untuk area PLTS, jalur transmisi keluar, dan modifikasi sisi penerima, memberikan pengiriman terpadu turnkey. Setelah beroperasi, manfaat kapasitas energi hijau sangat signifikan, dengan perkiraan produksi listrik tahunan rata-rata mencapai 52 juta kWh, yang mampu terus memasok listrik hijau yang stabil dan bersih ke Pusat Data Nasional DISM di kawasan tersebut. Dari segi nilai lingkungan, proyek ini dapat mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 42.000 ton per tahun, setara dengan menanam 230.000 pohon, secara efektif mengurangi tekanan emisi karbon dari konsumsi energi tinggi pusat data, dan membantu infrastruktur digital berenergi tinggi mencapai peningkatan hijau rendah karbon.
Sebagai proyek percontohan integrasi "PLTS + Infrastruktur Digital" di Indonesia, proyek ini akan secara efektif mengoptimalkan struktur energi di Jawa Barat, meningkatkan proporsi penggunaan energi bersih regional, dan secara kuat mendorong realisasi target strategi energi nasional Indonesia untuk mencapai pangsa energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. Pada saat yang sama, proyek ini menciptakan model baru pengembangan terkoordinasi "pembangkit listrik energi baru + pusat data industri", memberikan tolok ukur teladan untuk penghijauan kawasan industri dan pembangunan infrastruktur digital rendah karbon di Indonesia, serta sekali lagi menunjukkan teknologi matang dan kemampuan kuat perusahaan energi baru Tiongkok di bidang infrastruktur hijau luar negeri.