Kedua negara Tiongkok dan Indonesia menyelenggarakan Dialog Strategis Komprehensif (CSD) pertama di Jakarta, secara menyeluruh meningkatkan tata letak kerja sama bilateral. Setelah dialog tingkat tinggi ini, kedua belah pihak mencapai konsensus yang jelas untuk berupaya maksimal menembus skala perdagangan bilateral saat ini sebesar 167 miliar dolar AS, menggali secara mendalam potensi ekonomi kedua negara yang belum terlepas, mendorong peningkatan kualitas dan perluasan kerja sama ekonomi dan perdagangan, serta mewujudkan keuntungan bersama yang saling menguntungkan dengan kualitas lebih tinggi. Setelah Menteri Luar Negeri Indonesia mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok, ia menyatakan bahwa volume perdagangan sebesar 167 miliar dolar AS belum sepenuhnya mencakup potensi kerja sama kedua negara, dan kedua belah pihak akan terus memperkuat kolaborasi di bidang perdagangan serta meningkatkan total perdagangan bilateral secara bertahap. Pada saat yang sama, kedua negara akan fokus mengaktifkan sektor kerja sama strategis tradisional seperti energi, mineral, dan perdagangan maritim, memperkuat fondasi kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral, serta membangun landasan ekonomi yang kokoh bagi kemitraan strategis komprehensif kedua negara.
Dialog ini menetapkan sejumlah rencana kerja sama jangka menengah dan panjang. Kedua belah pihak melakukan konsultasi awal untuk menyusun rencana aksi kerja sama tahun 2027-2031, memberikan peta jalan yang jelas bagi kerja sama bilateral dalam lima tahun ke depan. Pada saat yang sama, mereka membuka jalur kerja sama baru seperti kecerdasan buatan, teknologi tinggi, dan standar karantina, menciptakan pola kerja sama baru yang beragam dan modern. Pada tataran implementasi teknologi, kedua negara akan bersama-sama mengembangkan satelit komunikasi, sekaligus memperluas kerja sama penyelesaian mata uang lokal, memperdalam konektivitas keuangan, serta mengurangi biaya penyelesaian perdagangan dan risiko nilai tukar. Untuk proyek kerja sama unggulan, kedua belah pihak menegaskan kembali akan terus menjamin kelancaran pelaksanaan proyek-proyek utama Inisiatif Sabuk dan Jalan, mengoptimalkan efisiensi operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung, meningkatkan kapasitas angkut penumpang, sehingga proyek infrastruktur unggulan ini terus memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat dan ekonomi.
Menyesuaikan dengan rencana pembangunan pemerintah Indonesia yang berkuasa saat ini, kedua negara akan fokus pada tiga bidang inti: ketahanan pangan, mineral kritis, dan infrastruktur strategis, memperkuat ketahanan industri Indonesia, serta menyempurnakan tata letak rantai pasokan industri regional. Dialog ini juga mencakup berbagai bidang di luar ekonomi dan perdagangan, mencapai konsensus dalam pertahanan, diplomasi, kerja sama kelautan, dan pengembangan sumber daya manusia. Kedua belah pihak akan memperdalam kerja sama dalam keselamatan navigasi laut, penelitian kelautan, dan pengembangan kapasitas keamanan, serta memperluas kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di bidang STEM. Selain itu, Indonesia secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Konferensi APEC 2026 di Shenzhen oleh Tiongkok. Dialog Strategis Komprehensif ini saling melengkapi dengan mekanisme dialog "2+2" Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan berikutnya, mendorong kerja sama Tiongkok-Indonesia ke arah yang lebih dalam dan lebih luas di segala bidang.