Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, baru-baru ini mengumumkan strategi keuangan baru, yaitu akan mulai menggunakan penyelesaian mata uang lokal dalam transaksi lintas batas dengan India dan Arab Saudi. Warjiyo menekankan pentingnya keputusan ini dalam konferensi pers di Jakarta: “Dengan mempromosikan penggunaan mata uang kita sendiri, kita dapat mencapai nilai tukar yang lebih stabil karena tidak lagi terpengaruh oleh fluktuasi pasokan dolar AS. Hal ini akan membantu menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia dan bermanfaat bagi peningkatan stabilitas perdagangan dan mata uang di kawasan Asia Tenggara.” Dilaporkan bahwa Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan dalam bisnis penyelesaian mata uang lokal tahun lalu. Nilai transaksi pada tahun 2023 mencapai 5,9 miliar dolar AS, meningkat 55,2% dibandingkan tahun 2022. Selain itu, pada pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN bulan Maret 2023, negara-negara anggota ASEAN sepakat untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dan mengurangi ketergantungan pada mata uang internasional utama saat ini dalam perdagangan dan investasi lintas batas di kawasan. Kesepakatan ini akan semakin mendorong kerja sama ekonomi yang erat dan kemandirian regional. Sumber Informasi: Xinhua Jakarta