[caption id=\"attachment_1833\" align=\"aligncenter\" width=\"669\"]\"\" Gambar tidak terkait dengan teks[/caption] Baru-baru ini, perusahaan mobil China, BYD, menggelar acara peluncuran mobil baru di Jakarta, ibu kota Indonesia, dengan memperkenalkan 3 model kendaraan, menandai masuknya secara resmi ke pasar mobil penumpang energi baru Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut, menyatakan: "Masuknya kendaraan energi baru BYD ke pasar Indonesia dapat membuat kota besar seperti Jakarta menjadi lebih bersih, membuat hidup kita lebih sehat, dan mendorong perkembangan industri kendaraan listrik Indonesia." Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia secara aktif mengeluarkan kebijakan untuk mendorong perkembangan industri kendaraan listrik. Pemerintah Indonesia memasukkan perluasan produksi kendaraan listrik ke dalam Rencana Induk Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025, dan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, mengusulkan rencana pengembangan infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Sejak tahun 2019, pemerintah Indonesia telah meluncurkan serangkaian insentif bagi produsen kendaraan listrik, perusahaan transportasi, dan konsumen, termasuk menurunkan tarif impor bahan baku terkait, memberikan keringanan pajak bagi perusahaan kendaraan listrik, memberikan subsidi pembelian kendaraan listrik bagi konsumen, dan mendorong konversi sistem propulksi listrik pada kendaraan berbahan bakar minyak. Pada April 2023, pemerintah Indonesia juga menurunkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kendaraan listrik secara signifikan dari 11% menjadi 1%, mendorong penurunan harga kendaraan listrik yang dijual. Seiring dengan implementasi kebijakan insentif industri kendaraan listrik Indonesia, semakin banyak perusahaan energi baru China, produsen baterai, dan lainnya aktif memperluas investasi di Indonesia dan mengembangkan pasar lokal. Sejak Oktober 2018, bus listrik pertama BYD telah masuk ke Indonesia, dan kini banyak bus listrik BYD yang beroperasi di jalan-jalan Jakarta. Pada Mei 2023, BYD menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia untuk mengeksplorasi pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Diketahui, BYD berencana berinvestasi sebesar 1,3 miliar dolar AS di Indonesia, membangun pabrik dengan kapasitas produksi tahunan 150.000 unit, dan pada akhir tahun 2024 akan membangun jaringan penjualan dengan 50 titik distribusi di seluruh Indonesia. Luhut menyatakan, investasi BYD di pasar Indonesia bermanfaat untuk mendorong transisi energi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta membantu Indonesia menghadapi perubahan iklim. Perusahaan mobil China, Wuling, juga tampil gemilang di pasar kendaraan listrik Indonesia. Wuling adalah perusahaan mobil China pertama yang memasuki pasar Indonesia dan mendirikan pabrik lokal, saat ini telah mendirikan 150 titik penjualan dan layanan di seluruh Indonesia, yang mencakup sebagian besar kota dan wilayah utama Indonesia. Pada tahun 2022, Wuling meluncurkan mobil listrik kecil di Indonesia, yang diminati konsumen karena nilai ekonomisnya yang tinggi. Sopir lokal menilai mobil ini tidak hanya harga terjangkau, tetapi juga bentuknya kecil dan konsumsi energi rendah, sangat mudah digunakan di jalan-jalan kota yang sempit. Dengan keunggulan inovasi di bidang kendaraan listrik, Neta Auto juga mempercepat ekspansi ke Indonesia. Pada Oktober 2023, Neta Auto memperkenalkan kendaraan listrik cerdasnya ke Indonesia, dan menandatangani perjanjian kerja sama dengan produsen mobil terkemuka lokal Indonesia, berencana memulai produksi lokal produk mulai kuartal kedua tahun 2024. Sun Guang, Asisten Presiden Neta Auto sekaligus Wakil Presiden Eksekutif Divisi Bisnis Luar Negeri, mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah Indonesia mendukung perkembangan industri kendaraan listrik, meluncurkan serangkaian langkah promosi, mendorong masyarakat membeli kendaraan listrik, dan potensi pasar kendaraan listrik Indonesia sangat besar. "Indonesia telah menjadi tujuan penting bagi Neta Auto untuk 'go global'." Menteri Perindustrian Indonesia, Agus Gumiwang, menyatakan bahwa Indonesia ingin menjadi pusat produksi kendaraan listrik regional yang berdaya saing global, dan kerja sama dengan China sesuai dengan rencana pembangunan Indonesia. Ia menekankan bahwa China adalah salah satu produsen kendaraan listrik terbesar di dunia, dan Indonesia siap bekerja sama dengan China dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. "Kerja sama terkait juga akan membantu ASEAN mencapai tujuan pembangunan hijau dan berkelanjutan."