Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) optimis bahwa ekspor sepeda motor bertenaga baterai memiliki potensi untuk terus tumbuh, ekspor sepeda motor listrik Indonesia telah masuk ke negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Kamboja. Asosiasi tersebut minggu lalu menguraikan rencana industri sepeda motor listrik nasional untuk memanfaatkan peluang ekspor, perluasan pasar luar negeri mereka akan menargetkan negara-negara Asia Tenggara lainnya, Thailand dan pasar Afrika, dan terus berkembang ke negara-negara Afrika. Mereka telah sepakat mengenai keberadaan industri, tetapi sekarang sudah mulai mengalir ke Malaysia dan Kamboja, kemudian ada pasar potensial lainnya, yaitu Thailand, Vietnam, dan Afrika. Untuk mengekspor sepeda motor listrik dalam skala besar, beberapa produsen sepeda motor listrik Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa mitra. Beberapa perusahaan yang terlibat dalam perjanjian ini termasuk United E-Motor yang bekerja sama dengan Malaysia dan PT KK Brothers Energi yang berencana mengekspor ke Kamboja. Hanya satu MoU yang belum terealisasi karena ingin memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh negara tujuan impor. Untuk pasar domestik, dengan bantuan program subsidi pemerintah, penjualan menunjukkan tren positif, di mana sekitar 60.000 sepeda motor listrik telah terserap di dalam negeri. Kapasitas produksi dalam negeri tidak hanya sebatas itu, itulah mengapa target mereka adalah agar program subsidi tetap ada tahun depan, dan mereka meminta lebih dari 200.000 kuota. Mereka mungkin masih optimis, tetapi jika dilakukan dengan maksimal, mungkin situasinya bisa lebih dari ini, semuanya tergantung pada kemampuan anggaran pemerintah. Semua kuota subsidi sepeda motor listrik tahun 2024 telah terserap sepenuhnya, menurut data Sisapira, sisa alokasi anggaran telah habis. Pada Januari hingga September 2024, subsidi sepeda motor listrik akan diberikan untuk 30.607 unit sepeda motor listrik yang disediakan pemerintah melalui produsen atau dealer. Jumlah subsidi sepeda motor yang diterima masyarakat tahun ini adalah 60.857 unit, sehingga total subsidi sepeda motor listrik yang didistribusikan kepada masyarakat sejak tahun 2023 adalah 72.389 unit. Sebelumnya, Wakil Ketua DPR menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo, pemerintah selanjutnya harus terus memberikan perlindungan dan kepastian bagi pengembangan pasar industri sepeda motor listrik. Mengenai hal ini, ia telah mendiskusikannya dengan para pelaku industri sepeda motor listrik agar pemerintah baru memiliki rencana yang jelas untuk membuka pasar global bagi produk sepeda motor listrik buatan Indonesia. Oleh karena itu, banyak negara telah mengajukan berbagai permintaan terhadap sepeda motor listrik kami, yang jelas memiliki potensi besar. Melalui pertemuan dengan para pemangku kepentingan industri, komisi akan menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah Prabowo untuk menjadikan penguatan industri sepeda motor listrik sebagai prioritas. Dengan demikian, industri terkait lainnya, seperti industri komponen otomotif, juga dapat pulih dan memiliki pangsa pasar yang lebih luas, tidak hanya untuk industri besar tetapi juga untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).