Presiden Prabowo secara resmi meluncurkan Otoritas Investasi Nasional Indonesia (BPI Danantara) di Jakarta, dengan kehadiran banyak pengusaha, termasuk tokoh penting di balik CT Corp, Chairul Tanjung; salah satu pemimpin Sinar Mas Group, Franky Oesman Widjaja; taipan Haji Isam; Anindya Novyan Bakrie dari Grup Bakrie; Presiden Direktur PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, Garibaldi Thohir (Boy Thohir), dan lain-lain. Jika berkembang dengan baik, Danantara berpotensi melampaui Singapore Government Investment Corporation (GIC) dan menjadi salah satu dana kekayaan berdaulat besar dunia. Danantara diperkirakan akan mengelola aset sekitar 900 miliar dolar AS, yang akan menempatkannya di peringkat ketujuh di antara dana kekayaan berdaulat dunia. Pasar optimis terhadap peluncuran Danantara oleh Indonesia, dan percaya bahwa hal ini akan memperkuat posisi Indonesia di pasar investasi global serta menarik investor dalam dan luar negeri.