Conch Cement memasuki Indonesia pada tahun 2011, dengan total investasi lebih dari 8 miliar yuan, kapasitas produksi semen mencapai 12 juta ton/tahun. Perusahaan memperkenalkan jalur produksi canggih internasional ke Indonesia, menurunkan konsumsi energi produksi klinker, dan menggunakan sistem cerdas untuk meningkatkan efisiensi produksi. Setelah penambangan, lahan direklamasi, dengan tingkat penghijauan lebih dari 90%. Beberapa pabrik menggunakan teknologi pembangkit listrik sisa panas suhu rendah murni, mengurangi penggunaan batu bara dan emisi karbon dioksida, dan banyak pabrik dinobatkan sebagai "Pabrik Hijau Nasional Indonesia". Perusahaan berpegang pada strategi "lokalisasi", meningkatkan keterampilan karyawan lokal melalui berbagai metode pelatihan, rasio tenaga kerja lokal terintegrasi regional melebihi 90%, dan telah melatih banyak manajer lini depan. Perusahaan juga mendorong pengembangan komunitas sekitar, dengan desa-desa setempat yang memanfaatkan produksi pabrik Conch, pendapatan warga meningkat, dan desa berkembang menjadi jalan komersial. Selain itu, perusahaan bekerja sama dengan institusi pendidikan China untuk melatih tenaga profesional teknis internasional, secara aktif mengintegrasikan budaya Indonesia, mengadakan berbagai kegiatan pertukaran budaya, dan meningkatkan kepercayaan serta identitas antara karyawan asing dan lokal. Perusahaan juga aktif melakukan kegiatan amal, seperti mengunjungi sekolah dasar setempat, sehingga mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.