Upacara peletakan batu pertama pangkalan produksi cat bubuk Yinda Technology di Indonesia diadakan di Millennium Industrial Park, Tangerang, Jakarta. Total investasi proyek ini melebihi 50 juta, luas lahan lebih dari 8.000 meter persegi, dan direncanakan akan mengimpor peralatan terdepan global untuk membangun 16 jalur produksi cat bubuk standar tinggi dengan kapasitas tahunan lebih dari 15.000 ton. Produk akan dipasok ke pasar lokal Indonesia serta menjangkau kawasan Asia Tenggara dan negara-negara di sepanjang 'Belt and Road'. Manajer Umum Yinda Technology menyatakan, dari perspektif pengembangan perusahaan, Indonesia memiliki keunggulan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan lokasi. Rantai industri pengolahan aluminium berkembang pesat dan sesuai dengan bisnis perusahaan, serta Yinda telah beroperasi di Indonesia selama bertahun-tahun dan pengaruh mereknya terus meningkat. Dari perspektif pengembangan industri, proyek ini tidak hanya membantu Yinda memperluas pasar di Indonesia dan sepanjang 'Belt and Road', tetapi juga memberikan dorongan baru bagi penyempurnaan rantai industri pengolahan aluminium lokal. Yinda Technology yang berkantor pusat di Foshan, Guangdong, adalah pemasok cat bubuk berkualitas tinggi di industri pengolahan aluminium domestik, memiliki pusat penelitian dan pengembangan, peralatan modern, dan tim teknis berpengalaman, dengan produk yang digunakan secara luas. Di masa lalu, perusahaan ini menekankan pasar domestik dan internasional, jaringan penjualan luar negeri mencakup banyak wilayah global, telah beroperasi di pasar Indonesia selama lebih dari sepuluh tahun, dan telah menduduki posisi yang menguntungkan. Di dalam negeri, perusahaan juga secara aktif berinvestasi untuk membangun basis produksi digital di Foshan. Peletakan batu pertama pangkalan Yinda di Indonesia menandai pendalaman tata letak global rantai industri pengolahan aluminium China, menunjukkan potensi investasi Indonesia. Dengan meningkatnya investasi perusahaan China di Indonesia, keunggulan rantai industri penuh pengolahan aluminium lokal semakin cepat terbentuk, dan diharapkan menjadi pusat baru industri aluminium global.