Menteri Investasi/Kepala BKPM menyatakan bahwa kunjungan PM Li Qiang bukan sekadar seremonial, tetapi membawa prospek kerja sama nyata. Proyek investasi senilai US$10 miliar yang telah disepakati sebelumnya antara kedua negara telah dimulai, mencakup berbagai bidang strategis. Selain proyek yang sudah berjalan, kunjungan ini juga membuka peluang kerja sama baru antara Indonesia dan China di bidang transportasi, pengembangan klaster industri, hilirisasi mineral, dan kimia. Proyek-proyek baru ini bersifat lintas sektor, melibatkan kerja sama antara perusahaan swasta, BUMN, dan mitra asing. Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus memperluas kerja sama ekonomi dengan China untuk memperkuat ketahanan industri dalam negeri, serta mempercepat hilirisasi sumber daya alam. Terkait masalah kebijakan luar negeri, ia menyatakan Indonesia terutama fokus pada pendalaman kemitraan bilateral yang saling menguntungkan dengan China.
Menteri Investasi/Kepala BKPM menyatakan bahwa kunjungan PM Li Qiang bukan sekadar seremonial, tetapi membawa prospek kerja sama nyata. Proyek investasi senilai US$10 miliar yang telah disepakati sebelumnya antara kedua negara telah dimulai, mencakup berbagai bidang strategis. Selain proyek yang sudah berjalan, kunjungan ini juga membuka peluang kerja sama baru antara Indonesia dan China di bidang transportasi, pengembangan klaster industri, hilirisasi mineral, dan kimia. Proyek-proyek baru ini bersifat lintas sektor, melibatkan kerja sama antara perusahaan swasta, BUMN, dan mitra asing. Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus memperluas kerja sama ekonomi dengan China untuk memperkuat ketahanan industri dalam negeri, serta mempercepat hilirisasi sumber daya alam. Terkait masalah kebijakan luar negeri, ia menyatakan Indonesia terutama fokus pada pendalaman kemitraan bilateral yang saling menguntungkan dengan China.