Menteri Pertanian baru-baru ini memaparkan potensi ekspor industri kelapa Indonesia dan rencana perpanjangan rantai pasok. Luas areal tanam kelapa di Indonesia mencapai 2,8 juta hektar, jika perpanjangan rantai pasok didorong, nilai ekspor diperkirakan tembus Rp 400 triliun, dengan target pasar utama China dan India. Tidak hanya kelapa, kopi, kakao, pala, mint dan tanaman ekonomi lainnya melalui perpanjangan rantai pasok juga dapat meningkatkan nilai ekspor, diperkirakan secara keseluruhan dapat menyumbang Rp 2.600 triliun. Rencana ini diperkirakan dalam 3 tahun menciptakan 1,6 juta lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat perekonomian nasional. Implementasi rencana memerlukan keterlibatan TNI, memanfaatkan daya eksekusi mereka untuk memastikan rencana berjalan, mencegah kebocoran sumber daya, mencapai swasembada produk pertanian dan mengurangi impor. Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki keunggulan iklim tropis sepanjang tahun, sejalan dengan arahan strategis Presiden untuk perpanjangan rantai pasok, bertujuan menjadi negara pengekspor kuat produk pertanian dan tanaman ekonomi.