Komite Tiongkok Kamar Dagang dan Industri Indonesia bersama Xinjiang Production and Construction Corps menyelenggarakan "Pertemuan Perdagangan dan Ekonomi Tiongkok (Xinjiang) - Indonesia" di Jakarta. Kedua pihak menegaskan kembali akan memperdalam kerja sama ekonomi di berbagai bidang, tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga mencakup pengembangan rantai pasok, penguatan industri halal, dan penciptaan peluang saling menguntungkan jangka panjang. Kerja sama didasarkan pada prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, dan basis populasi Muslim yang besar dari kedua belah pihak. Keunggulan industri Xinjiang di bidang pertanian, logistik, energi, dan kesehatan sesuai dengan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
Selain itu, pada Januari-Mei 2025, volume perdagangan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok mencapai 629,6 miliar dolar AS, meningkat 11% tahun-ke-tahun. Tiongkok menyatakan komitmennya untuk memperluas keterbukaan Xinjiang ke Asia Tenggara dan Asia Timur, sementara Indonesia menekankan peran kerja sama dengan Tiongkok di bidang investasi dan transfer teknologi dalam mendukung pertumbuhan ekonominya selama pandemi, dan menyatakan akan mendukung investor melalui perizinan, kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, dan langkah-langkah lainnya.
社会动态
Xinjiang Tiongkok dan Indonesia Tandatangani Berbagai Perjanjian Investasi dan Sinergi Industri
Komite Tiongkok Kamar Dagang dan Industri Indonesia bersama Xinjiang Production and Construction Corps menyelenggarakan "Pertemuan Perdagangan dan Ekonomi Tiongkok (Xinjiang) - Indonesia" di Jakarta. Kedua pihak menegaskan kembali akan memperdalam kerja sama ekonomi di berbagai bidang, tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga mencakup pengembangan rantai pasok, penguatan industri halal, dan penciptaan peluang saling menguntungkan jangka panjang. Kerja sama didasarkan pada prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, dan basis populasi Muslim yang besar dari kedua belah pihak. Keunggulan industri Xinjiang di bidang pertanian, logistik, energi, dan kesehatan sesuai dengan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
Selain itu, pada Januari-Mei 2025, volume perdagangan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok mencapai 629,6 miliar dolar AS, meningkat 11% tahun-ke-tahun. Tiongkok menyatakan komitmennya untuk memperluas keterbukaan Xinjiang ke Asia Tenggara dan Asia Timur, sementara Indonesia menekankan peran kerja sama dengan Tiongkok di bidang investasi dan transfer teknologi dalam mendukung pertumbuhan ekonominya selama pandemi, dan menyatakan akan mendukung investor melalui perizinan, kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, dan langkah-langkah lainnya.