Indonesia membentuk Otoritas Pesisir Pantai Utara Jawa

Presiden Prabowo menandatangani keputusan presiden yang membentuk Badan Otorita Pantura, yang berfokus pada dua tugas utama: memimpin pembangunan proyek tanggul laut raksasa; dan menarik investasi ke wilayah Pantai Utara.Ketua Panitia adalah Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Menteri Kelautan Perikanan, Wakil Ketua adalah Darwin Trisna Djajawinata, Suhajar Diantoro, dan Komite Pengarah termasuk Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah.
Garis pantai Jawa Utara berada di bawah ancaman erosi dan banjir yang serius, dan tingkat penurunan permukaan tanah tahunan rata-rata di Jakarta Utara mencapai 25 sentimeter.Organisasi baru ini bertujuan untuk memecahkan kemacetan dalam proyek tanggul laut raksasa, yang telah terhenti karena masalah keuangan dan teknis. Keputusan Presiden secara eksplisit memberikan kewenangan kepada Otoritas untuk menyetujui proyek dan membebaskan lahan, dan saat ini sedang menegosiasikan kerja sama teknis dengan tim Delta Engineering dari Belanda, dengan rencana untuk memulai pembangunan bagian percontohan pertama (garis pantai Semarang-Tempeh) pada tahun 2026.