Perusahaan-perusahaan Cina mempercepat masuknya mereka ke dalam rantai industri aluminium di Indonesia

Modal Tiongkok mempercepat tata letak rantai industri aluminium Indonesia.Dikonfirmasi oleh Kementerian Energi dan PertambanganNanshan AluminiumBerlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang (kapasitas alumina 2 juta ton per tahun), Pulau Bintan;Hongqiao AluminiumPerluasan pabrik alumina di Kalimantan Barat melalui PT WHW (menggandakan kapasitas menjadi 4 juta ton); dan 3 perusahaan Tiongkok sedang dalam pembicaraan untuk proyek-proyek pabrik aluminium elektrolit (usulan investasi sebesar US$1,2 miliar).
Indonesia memiliki cadangan bauksit sebesar 7,4 miliar ton (peringkat ke-3 di dunia)dengan target produksi sebesar 14 juta ton pada tahun 2025 (sesuai dengan kapasitas peleburan yang ada).
China meminjam dari Indonesia untuk menerobos pembatasan impor bijih besi Australia(ketergantungan terhadap bauksit Australia turun menjadi 40% pada tahun 2025), memenuhiNingde Times / BYDPabrik Baterai Indonesiapermintaan aluminium. Saat ini empat pabrik alumina telah beroperasi (dengan total kapasitas 4,3 juta ton) tingkat konversi aluminium elektrolitik hanya 11,61 TP3T dan targetnya adalah untuk meningkatkan kapasitas aluminium elektrolitik menjadi 2 juta ton pada tahun 2029.