Koperasi Produsen Upland Subang Farm berhasil mengekspor 3 ton buah manggis ke Tiongkok, setelah sebelumnya koperasi ini telah mengekspor total 40 ton, menunjukkan terobosan yang berkelanjutan. Ekspor ini bertepatan dengan bulan Ramadan, dan memberikan manfaat positif bagi koperasi serta petani lokal. Menteri Koperasi menyatakan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari pembinaan jangka panjang oleh dinas pertanian kepada petani manggis di Subang. Dengan dukungan pemerintah, petani setempat membentuk koperasi, melakukan pengolahan dan sertifikasi produk secara standar, dan akhirnya berhasil membuka pasar internasional. Kabupaten Subang sebelumnya juga berhasil mengekspor kopi ke Aljazair, menjadikannya salah satu daerah percontohan ekspor produk pertanian Indonesia. Untuk lebih mendukung pengembangan koperasi, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB Koperasi) akan menyediakan total dana sebesar 20 miliar rupiah, dengan tahap pertama telah dicairkan sebesar 4,9 miliar rupiah. Dana tersebut akan digunakan untuk perluasan produksi, peningkatan kualitas, dan pengembangan pasar, serta dilengkapi dengan mekanisme inkubasi dan pembinaan yang sesuai. Kepala LPDB menegaskan bahwa lembaga ini akan terus memberikan dukungan pembiayaan bagi koperasi produktif, terutama yang memiliki produk pertanian ekspor dengan dampak ekonomi tinggi. Selain dana, LPDB juga akan membantu koperasi menyempurnakan struktur tata kelola dan manajemen usaha, mendorong mereka menuju peningkatan profesionalisme dan keberlanjutan. Menteri berharap, ekspor manggis selama Ramadan ini dapat membawa lebih banyak kesejahteraan bagi koperasi, petani, dan masyarakat Subang, serta menjadi titik awal baru bagi produk lokal untuk memasuki pasar internasional.