Forbes baru-baru ini merilis daftar 100 Perusahaan Asia yang Layak Dicermati tahun 2025, 8 startup Indonesia terpilih, mencakup berbagai bidang bahan bangunan hijau, teknologi keuangan, dan jasa lingkungan. India memimpin daftar dengan 18 perusahaan, Singapura dan Jepang masing-masing 14, China 9, Indonesia dan Korea Selatan masing-masing 8. Perusahaan yang terpilih meliputi: 1. BRIK (didirikan 2022): platform penjualan langsung bahan bangunan hijau, telah mendapatkan pendanaan 22 juta USD, klien termasuk grup properti Ciputra; 2. ESB (didirikan 2018): mengembangkan sistem POS untuk industri makanan dan minuman, melayani 30.000 gerai termasuk Starbucks, pendanaan 40 juta USD; 3. Monit (didirikan 2022): platform manajemen pengeluaran perusahaan, meraih pendanaan Seri A sebesar 2,5 juta USD, klien termasuk grup Ciputra. 4. Rekosistem (didirikan 2021): penyedia layanan pengelolaan sampah digital, total pendanaan 12 juta USD, bekerja sama dengan Bluebird untuk mengurangi karbon; 5. Ringkas (didirikan 2022): platform perbandingan pinjaman KPR berbasis AI, meraih pendanaan 5,1 juta USD, membantu pengguna mengoptimalkan skema pinjaman; 6. Se'Indonesia (didirikan 2022): jaringan restoran cepat saji daging asap tradisional Nusa Tenggara Timur, pendanaan Seri A 9,7 juta USD untuk ekspansi. 7. Skor Technologies (didirikan 2022): aplikasi manajemen skor kredit, bekerja sama dengan Bank Mayapada untuk menerbitkan kartu, pendanaan lebih dari 12 juta USD; 8. Torch (didirikan 2015): merek aksesori perjalanan terjangkau, mendapatkan investasi dari pendiri Bukalapak, target pendapatan 70 juta USD pada 2029. Forbes mencatat bahwa ekosistem startup Asia Pasifik terus fokus pada AI dan teknologi dalam, bioteknologi, antariksa, dan teknologi hijau menjadi titik panas investasi. Total pendanaan 100 perusahaan dalam daftar mencapai 3 miliar USD, naik 50% dibanding tahun lalu. Kinerja perusahaan Indonesia mencerminkan potensi ekonomi digital negara ini, terutama inovasi di bidang pembangunan berkelanjutan dan inklusivitas keuangan.