Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru-baru ini menyatakan, meskipun baki makanan impor dari China diduga mengandung lemak babi, pemerintah tidak akan menghentikan impor karena kapasitas produksi dalam negeri tidak dapat memenuhi permintaan. Kapasitas domestik hanya 11,6 juta baki per bulan, sementara pada akhir 2025 dibutuhkan 80 juta baki, dan dalam negeri hanya mampu memasok 45 juta baki.
Sumber impor baki makanan terutama berasal dari China. Kementerian Perindustrian akan bertanggung jawab atas pengujian kualitas, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memeriksa standar kebersihan, dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) akan memverifikasi bahan baku. BGN berencana di masa depan untuk membeli baki produksi dalam negeri melalui anggaran negara, dengan prioritas untuk daerah terpencil. Saat ini impor tetap berlanjut, namun proses pemeriksaan akan diperketat.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru-baru ini menyatakan, meskipun baki makanan impor dari China diduga mengandung lemak babi, pemerintah tidak akan menghentikan impor karena kapasitas produksi dalam negeri tidak dapat memenuhi permintaan. Kapasitas domestik hanya 11,6 juta baki per bulan, sementara pada akhir 2025 dibutuhkan 80 juta baki, dan dalam negeri hanya mampu memasok 45 juta baki.
Sumber impor baki makanan terutama berasal dari China. Kementerian Perindustrian akan bertanggung jawab atas pengujian kualitas, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memeriksa standar kebersihan, dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) akan memverifikasi bahan baku. BGN berencana di masa depan untuk membeli baki produksi dalam negeri melalui anggaran negara, dengan prioritas untuk daerah terpencil. Saat ini impor tetap berlanjut, namun proses pemeriksaan akan diperketat.